Gedung DPRD Sukoharjo di wilayah Mandan, Sukoharjo, telah rampung dan siap ditempati, Kamis (3/1/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebanyak 13 kursi anggota DPRD Sukoharjo periode 2019-2024 dipastikan diisi oleh calon legislatif (caleg) pendatang baru atau newcomer. Belasan caleg newcomer itu berasal dari berbagai macam latar belakang pendidikan dan pekerjaan/profesi.

Kuota anggota DPRD Sukoharjo totalnya 45 kursi yang diisi perwakilan delapan partai politik (parpol) yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKS, PKB, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem. Peta politik di Sukoharjo masih didominasi PDIP yang diperkirakan menduduki 20 kursi legislatif. 

Pada Pemilu 2014, partai berlambang banteng moncong putih itu menduduki 22 kursi. Sementara empat parpol mampu meraih lima kursi di parlemen. Keempat parpol itu yakni Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, dan PKS. 

Hanya PKS yang mampu menambah kursi legislatif secara signifikan. Pada Pemilu 2014, partai berlambang padi dan bulan sabit itu hanya meraih satu kursi. Jumlah caleg petahana yang meraih kursi parlemen ada 32 orang. Sementara sisanya direbut caleg pendatang baru.

Sebagian besar anggota legislatif masih didominasi caleg petahana. Namun, caleg pendatang baru yang ikut meramaikan kontestasi pemilu patut diperhitungkan. Mereka mampu bersaing dengan para caleg petahana untuk menarik simpati masyarakat. 

“Saya hanya mengandalkan sukarelawan yang bekerja keras meyakinkan masyarakat. Ini tantangan tersulit sebagai caleg dalam pemilu,” kata caleg terpilih asal PKB, Okiviana, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (6/5/2019).

Wanita berusia 32 tahun ini mengantongi 3.669 suara pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Gatak, Baki, dan Kartasura. Dia mampu bersaing dengan para caleg petahana maupun caleg pendatang baru lainnya.

Bermodal jejaring petugas pendamping sosial, Oki gencar mendatangi berbagai kegiatan dan pertemuan masyarakat. Kendati baru kali pertama mengikuti kontestasi politik namun Oki tak minder untuk menyosialisasikan visi dan misinya sebagai calon wakil rakyat. 

“Saya ingin benar-benar melayani masyarakat. Terlebih, saya memiliki pengalaman dan wawasan saat menjadi petugas pendamping sosial,” papar dia.

Hal senada diungkapkan caleg newcomer lainnya asal PKS, Sri Sutasno. Sutasno merangkul komunitas-komunitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Tawangsari dan sekitarnya. 

Tak main-main, Sutasno juga menawarkan program kerja prioritas mencetak 1.000 wirausaha di Kabupaten Jamu. Tawaran program kerja ini cukup menarik perhatian masyarakat terutama para pelaku UMKM yang berdomisili di Dapil II meliputi Tawangsari, Weru, dan Bulu. 

“Saya ingin menggeliatkan UMKM dengan memberdayakan jaringan pelaku bisnis. Tak hanya di wilayah Tawangsari atau Weru melainkan 12 kecamatan se-Sukoharjo,” kata dia. 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten