Ada 1.201 Bayi di Karanganyar Alami Kurang Gizi, Apa Langkah Pemkab?

Dinkes Karanganyar menyebut ada 1.201 bayi di Bumi Intanpari yang mengalami kurang gizi berdasarkan data 2021. Di sisi lain ada perbedaan data soal jumlah stunting antara versi Pemkab Karanganya dan Pemprov Jateng. 

 Bayi Aira Cahya Mekarsari mengalami jantung bocor dan pengidap komplikasi digendong sang ibu di rumahnya di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar pada Selasa (28/6/2022). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

SOLOPOS.COM - Bayi Aira Cahya Mekarsari mengalami jantung bocor dan pengidap komplikasi digendong sang ibu di rumahnya di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar pada Selasa (28/6/2022). (Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Lima bayi di Kabupaten Karanganyar mengidap kelainan bawaan hingga mengalami gizi buruk. Sementara itu ada 1.201 bayi lainnya yang mengalami kurang gizi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Purwanti, mengatakan bayi gizi buruk dan kurang gizi merupakan data di tahun lalu. Lima bayi dengan status gizi buruk mendapatkan perhatian serius dari Pemkab.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Perbaikan gizi terus diupayakan, namun karena menderita kelainan bawaan membuat penanganannya cukup sulit,” kata dia, Minggu (3/7/2022).

Purwanti mengatakan lima bayi yang mengalami gizi buruk hingga kini kondisinya belum membaik. Hal itu bukan karena kurangnya asupan nutrisi melainkan kelainan bawaan sejak perkembangan janin.

Baca Juga: Bayi Jumapolo Karanganyar Idap Jantung Bocor, Butuh Uluran Tangan

Dari lima kasus gizi buruk itu, satu di antaranya bayi penderita jantung bocor asal Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, bernama Aira Cahya Mekarsari. Bayi berusia 15 bulan ini hanya memiliki berat badan 5,3 kilogram, jauh dari ideal.

“Ada penyakit penyerta bayi yang memicu gizi buruk. Bayi Aira di Jumantono sudah kami kunjungi dari puskesmas,” kata Purwati.

Upaya penanganan kasus bayi dengan gizi buruk, sambung dia, sudah mendapat atensi dari puskesmas. Ia mengatakan orang tua bayi perlu diedukasi perihal pemberian asupan nutrisi. Caranya selain memberi makan secara reguler, juga makanan tambahan. Apa saja makanan tambahannya, disesuaikan dengan kondisi bayi sakit.

“Jadi orangtua perlu diedukasi,” katanya.

Baca Juga: Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Perlakuan sama juga diterapkan bagi 1.201 orangtua bayi bergizi kurang. Sebab jika dibiarkan akan memperparah kondisi bayi tersebut.

Purwati  mengatakan gizi kurang maupun gizi buruk memerlukan penanganan khusus seperti pemberian makanan tambahan dan perhatian orang tua. Pihak posyandu secara terus menerus memantau perkembangan bobot bayi tersebut.

Bupati Karanganyar Juliyatmono aktif mengedukasi pentingnya ibu hamil rutin cek kondisi kehamilan serta menerapkan pola hidup sehat untuk mengantisipasi risiko kehamilan. Bupati bahkan turun tangan langsung roadshow ke kecamatan untuk mengedukasi tersebut.

“Ibu hamil penting untuk menjaga kehamilannya dengan rutin memeriksakannya. Ini untuk mencegah kasus kematian ibu hamil dan bayi stunting,” katanya.

Baca Juga: Warga Karanganyar Lebih Suka Alat Kontrasepsi Ini Ketimbang Kondom

Pemkab Karanganyar terus berupaya menekan angka stunting serta angka kematian ibu dan anak. Oleh karena itu selain rutin melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan, lanjut Bupati, para ibu hamil juga diminta menerapkan pola hidup sehat. Dia juga meminta kepada para suami supaya menjadi suami siaga agar ibu hamil lebih tenang.

“Pengetahuan masalah kehamilan sangat penting, karenanya ibu hamil harus aktif melakukan konsultasi dan pengecekan rutin agar ibu dan bayi sehat,” ungkapnya.

Sementara itu tercatat angka stunting versi Pemkab Karanganyar sebanyak 4% di tahun 2021. Angka ini berbeda dengan data dari Pemprov Jateng yang sebanyak 16%.

Baca Juga: Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Kepala DP2KAB Karanganyar, Agam Bintoro mengatakan dibutuhkan persamaan persepsi dalam mendata angka stunting supaya penanganannya terarah dan tepat.

“Basic data Pemprov dan daerah berlainan. Sehingga sajian datanya juga beda. Kita perlu satu pemahaman supaya penanganan stunting lebih tepat,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      + PLUS Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      Gempa bumi dalam dan menengah yang biasa terjadi di Laut Jawa menyimpan banyak misteri yang belum terungkap dengan detail. Banyak teori yang membahas tentang fenomena gempa bumi dalam dan menengah.

      Berita Terkini

      Solopos Hari Ini: Optimistis Bangkit Lebih Cepat

      Bangsa Indonesia ini masih memiliki tantangan besar saat memperingati ulang tahun ke-77 Proklamasi Kemerdekaan.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 16 Agustus 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Selasa (16/8/2022), bisa disimikan pada artikel ini.

      Proyek Simpang Joglo Solo, Mulai Hari Ini Jl Kol Sugiyono Jadi Searah

      Mulai hari ini, Selasa (16/8/2022), Jl Kolonel Sugiyono, Banjarsari, Solo, berlaku dua arah menyusul dimulainya pekerjaan pemasangan pilar jembatan rel layang Simpang Joglo.

      Terus Berkurang, Kebo Bule Keraton Solo Kini Tinggal 15 Ekor

      Jumlah kebo bule milik Keraton Solo kini tinggal 15 ekor menyusul kematian empat ekor kerbau ikon kirab malam 1 Sura itu dalam waktu kurang dari sebulan terakhir.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 16 Agustus 2022, Pagi Sudah Hujan

      Prakiraan cuaca Sragen hari ini, Selasa (16/8/2022), hujan akan turun sejak pagi dan meningkat intensitasnya di malam hari.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 16 Agustus 2022, Berawan dan Hujan

      Hujan ringan masih akan mewarnai prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Selasa (16/8/2022).

      Cuaca Sukoharjo Selasa Ini: Awan Tebal Sore, Hujan Malam Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo secara lengkap untuk hari ini, Selasa (16/8/2022).

      Cuaca Boyolali Selasa Ini, Hujan Ringan Sore hingga Malam Hari

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Selasa (16/8/2022), tersaji secara lengkap dalam artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Solo Selasa 16 Agustus, Hujan Bergeser ke Malam Hari

      Prakiraan cuaca Kota Solo akan hujan pada Selasa (16/8/2022) malam.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Selasa Ini: Gerimis Pukul 19.00 WIB

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Selasa 16 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Selasa Ini: Gerimis Malam

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Selasa 16 Agustus 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Target Pendapatan Daerah 2022 Naik Rp8 Miliar, Pemkot Solo Genjot Pajak

      Hasil kesepakatan Pemkot dan DPRD Solo, pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2022 dinaikkan senilai Rp8 miliar.

      Sambut HUT RI, Warga dan Eks Napiter Boyolali Heboh Lomba Mancing Mania

      Seratusan warga Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, serta stakeholder pemerintahan di kecamatan setempat menggelar lomba memancing disertai pengibaran bendera dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 RI dan meningkatkan nasionalisme di desa setempat, Minggu (14/8/2022).

      Warga Solo Mau Ikut Pawai Pembangunan 2022? Buruan Daftar di Link Ini

      Pemkot Solo mengadakan Pawai Pembangunan memperingati HUT ke-77 RI pada Jumat (19/8/2022), masyarakat umum bisa ikut berpartisipasi sebagai peserta.

      Bak Model, Puluhan ODGJ Ikut Fashion Show di Griya PMI Peduli Solo

      Puluhan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ penghuni Griya PMI Peduli di Mojosongo, Solo, bergaya bak model di acara fashion show memeriahkan HUT RI.