Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

 Achmad Husein, Bupati Banyumas (Instagram/@ir_achmadhusein)

SOLOPOS.COM - Achmad Husein, Bupati Banyumas (Instagram/@ir_achmadhusein)

Solopos.com, BANYUMAS – Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta. Dilansir dari Banyumaskab.go.id, Jumat (24/9/2021), pria kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1959 ini mendapatkan gelar kehormatan tersebut dari KGPH Panembangan Agung Tedjowulan dengan cara yan tidak lazim dilakukan.

Jika biasanya pemberian gelar tersebut dilakukan di Keraton Kasunanan Surakarta, namun pemberian anugrah kepada Achmad Husein ini dilakukan di Pendapa Si Panji Pemkab Banyumas.

Sebelum terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai bupati, Achmad Husein menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Banyumas pada 2005 hingga 2007. Kemudian pada 2007, dirinya terjun ke politik dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Banyumas, menemani Mardjoko yang saat itu maju diri sebagai calon bupati untuk periode 2007 hingga 2012 dan akhirnya menang.

Pada Pilkada 2013, Achmad mencalonkan diri sebagai Bupati  Kabupaten Banyumas, ditemani oleh pasangannya Budhi Setiawan sebagai calon wakil bupati untuk periode 2013-2018. Mereka menang dengan memperoleh 45,43 persen suara. Kemenangan ini juga bersamaan dengan pemberian anugerah gelar  KPH Adipati Purbowinoto dari Keraton Kasunanan Surakarta, tepatnya pada September 2013.

Baca Juga: Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Kemudian pada Pilkada 2018, Achamd Husein  kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Banyumas 2019-2023. Dalam pencalonannya saat itu, Achmad memilih calon bupati baru, yakni Sadewo Tri Lastiono dan didukung oleh tiga partai politik , yakni PDI-P,  Nasdem dan Demokrat. Singkatnya, pasangan Achmad-Sadewo ini berhasil memenangkan Pilkada Banyumas dengan meraup 515.329 suara atau 55,79 persen, mengalahkan lawannya Mardjoko dan Ifan Haryanto yang hanya meraup 408.297 suara atau 44,21 persen.

Sepak Terjang Kepemimpinan Achmad Husein

Selama masa kepemimpinannya, Achmad Husein tercatat memiliki sepak terjang yang baik, seperti melakukan pembangunan infrastruktur, di antaranya  pembangunan Embung Banteran yang terletak di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang. Embung ini memiliki luas genangan 47.000 m2 dengan volume tampungan mencapai 21.000 m3. Kedalaman muka air normal di Embung Banteran mencapai 5 m dengan ketinggian tanggul 6,1 m.

Dilansir dari  sda.pu.go.id, manfaat pokok Embung Banteran adalah untuk irigasi dengan potensi lahan yang diairi 25,81 Ha. Embung ini akan dilengkapi beberapa sarana, antara lain jalan masuk, kantor jaga, area parkir, icon embung, toilet, dan musholla.

Baca Juga: Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kemudian pembangunan Tugu Gada Rujak Pala untuk memperindah pemadangan kota. Tugu ini telah masuk dalam rencana pembangunan sejak tahun 2019 dan pembangunannya sendiri dimulai sejak Mei 2020.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri mengatakan pembangunan Tugu Rujak Polo ini menghabiskan anggaran hampir Rp2 miliar dan masa pengerjaannya dilakukan selama 180 hari kalender atau sekitar enam bulan.

Baca juga: Kondisi Terakhir Tukul Arwana Sebelum Kena Pendarahan Otak: Sehat & Bahagia Selalu

Achmad juga mengadakan program bantuan bergulir yang bersifat tahunan dengan mengucurkan modal pinjaman kepada para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang  ada di Kabupaten Banyumas. Dilansir dari Antaranews.com, pada 2019, sebanyak 666 pelaku UMK yang tergabung dalam kelompok UMKM di 13 kecamatan menerima dana pinjaman tersebut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas

Jumlah bantuan dana bergulir yang disalurkan ini sebanyak Rp 15,17 miliar untuk 540 kelompok dengan jumlah anggota 9.595 pealku usaha. Penerima bantuan pinjaman ini juga telah diseleksi dan bantuan setiap kelompok berkisar Rp20 juta hingga Rp65 juta.


Berita Terkait

Berita Terkini

Gempa Guncang Salatiga, Diduga Dipicu Sesar Merbabu, Merapi, & Telomoyo

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Waspada! Curah Hujan di Jateng Bakal Semakin Tinggi Efek La Nina

BMKG memprakirakan curah hujan di Jawa Tengah (Jateng) akan mengalami peningkatan atau intensitas tinggi akibat terdampak fenomena La Nina.

Hujan Deras & Angin Kencang di Semarang, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Sejumlah pohon di Kota Semarang dilaporkan tumbang dan menimpa rumah warga saat hujan deras dan angin kencang melanda Jumat (22/10/2021) sore.

Jembatan Tiba-tiba Ambrol, Seorang Ibu Hilang Terbawa Arus

Seorang warga Kebumen, Jawa Tengah hanyut terbawa arus sungai ketika jembatan yang dilewatinya tiba-tiba ambrol.

Polda Jateng Ungkap Identitas WNA Turki Otak Pelaku Skimming ATM

Polda Jateng mengungkap identitas warga negara asing atau WNA asal Turki yang menjadi otak kejahatan skimming kartu ATM di wilayahnya.

Netizen Curhat Vaksin Berbayar Rp300.000, Ini Reaksi Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mendapat laporan dari warganet terkait vaksin Covid-19 berbayar Rp300.000 di wilayahnya.

Mantap! Bus Listrik Bakal Jadi Transportasi Umum di Jateng

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mewacanakan penggunaan bus listrik untuk transportasi umum.

Terkuak! Ada Peran WNA di Balik Pinjol Ilegal di Jateng

Ditreskrimsus Polda Jateng tengah memburu warga negara asing atau WNA yang berperan dalam praktik pinjaman online atau pinjol di wilayahnya.

Ketupat Sumpil: Makan Kupat Pakai Siput, Mau Coba?

Ketupat sumpil adalah olahan beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang atau daun bambu dan disantap  dengan parutan kelapa/serundeng dan bumbu sambal.

Gua Kiskendo, Medan Tempur Subali & Sugriwa Ternyata Ada di Kendal

Menurut legenda, nama Gua Kiskendo diambil dari cerita pewayangan yang mengisahkan pertempuran sengit antara kawanan kera dan kawanan berkepala sapi dan kerbau.

Cek Lur! Ini Daftar 34 Perusahaan Pinjol Ilegal dari Polda Jateng

Ditreskrimsus Polda Jateng mengungkapkan daftar 34 perusahaan dan aplikasi pinjaman online atau pinjol ilegal yang dilaporkan meresahkan masyarakat.

Duh! Aksi Pemotor Onani di Jalan Kembali Terjadi di Pekalongan

Aksi pemotor yang melakukan onani di jalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) kembali terjadi.

Keren! Semarang Bakal Punya Taman Parkur Seluas 500 Meter Persegi

Pemerintah Kota Semarang bakal membangun taman parkur sebagai tempat anak-anak muda menyalurkan hobi olahraga parkur atau parkour.

Serunya Beli Jajan Pakai Balok di Pasar Sawahan, Yuk Coba

Berbelanja di Pasar Sawahan Ungaran tidak menggunakan uang, tetapi balok kecil. Seru banget hlo.

Roti Ganjel Rel Khas Semarang Unik & Langka, Pernah Coba?

Roti ganjel rel merupakan kuliner unik dan langka khas Semarang yang resepnya warisan dari zaman Belanda.

Mantap! Vaksinasi Pelajar di Kota Semarang Sudah Capai Target

Capaian vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar atau remaja 12-17 tahun di Kota Semarang sudah memenuhi target yang ditetapkan.