Tutup Iklan
Persik Kediri Vs Persis Solo (Istimewa)

Solopos.com, KEDIRI - Persis Solo melanjutkan tren negatif pada lanjutan Liga 2 Indonesia 2019 melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (6/9/2019) sore WIB. Laskar Sambernyawa terpaksa mengakui keunggulan tuan rumah dan pulang dengan kekalahan 0-1.

Kekalahan itu membuat Persis tak meraih kemenangan dalam tiga laga secara berturut-turut di putaran II Liga 2 zona timur. Mereka hanya mampu bermain imbang lawan Mitra Kukar kemudian kalah oleh Persiba di laga kandang. Padahal, para paruh musim, anak asuh Choirul Huda dinobatkan sebagai pemuncak klasemen.

Absennya sejumlah pilar dianggap menjadi biang kekalahan Persis. Pada laga itu, Persis tak bisa memainkan kiper Sendri Johansah, stoper Susanto, gelandang Oky Derry Andryan, dan duo penyerang sayap Hapidin dan Slamet Budiono. Persis memainkan rektutan baru yang secara kualitas dianggap masih di bawah pemain inti.

Gol semata wayang pada laga tersebut dicetak striker Persik, Wimba Sutan Fanosa pada menit ke-41 melalui sundulan. Gol itu bermula dari kepiawaian pemain sayap Persik Alfian Galuh yang melakukan nutmeg kepada bek kiri Persis, Andreantono Oriza. Alfian kemudian mengirimkan umpan silang yang disambut Wimba dengan sundulan.

Pelatih Persis, Choirul Huda, mengatakan skema permainan timnya sebenarnya sudah berjalan sesuai instruksi. Tetapi, dalam sepak bola, semua bisa terjadi seperti kekalahan yang mereka derita hari itu.

“Terkait terjadinya gol, saya fikir pemain belakang saya sedikit kurang konsentrasi. Peluang satu ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Persik,” ujarnya dalam jumpa pers dilansir dari media officer Persis, seusai laga.

Namun, ia tetap mengapresiasi para pemain yang telah bekerja secara maksimal. Ia hanya menyayangkan beberapa peluang yang tak bisa dikonversi menjadi gol. “Hasil sore ini jadi cambuk bagi kami untuk kerja keras lagi karena setelah ini kami bermain away ke Martapura,” tutur dia.

Ditanya soal tidak adanya suporter setia, Choirul mengaku hal itu memang jadi salah satu faktor kekalahan. Namun, bagian paling berat adalah timnya kehilangan lima pemain utama di tim sehingga tim bermain dengan pincang. “Saya berharap teman yang cedera bisa segera pulih,” kata dia. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten