ABRASI PANTAI SEMARANG : Mahasiswa Undip Ajak Siswa SD Tanam Mangrove
Para mahasiswa Undip bersama warga tengah menanam mangrove di kawasan pesisir pantai Mangunharjo, Tugu, Semarang, Minggu (30/4/2017). (JIBI/Semarangpos.con/Imam Yuda Saputra)

Abrasi pantai di Semarang coba ditanggulangi para mahasiswa Undip dengan menanam mangrove atau bakau.

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai salah satu upaya kepedulian terhadap lingkungan pantai akan dampak abrasi, puluhan mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar kegiatan menanam mangrove secara massal. Kegiatan itu digelar di Kampung Mangungharjo, Kecamatan Tugu, Semarang, yang terletak di pinggir pantai, Minggu (30/4/2017).

“Kami tanam mangrove seluas 50 meter di sepanjang tepi jalan setapak Mangunharjo. Ini kami lakukan karena kondisi bibir pantai di sini sekarang semakin parah. Pohon mangrove juga banyak yang rusak. Baru ditanami sepekan sudah rusak dimakan kambing,” ujar Ketua Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (Kesamat) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip, Azim Hilmi, kepada para wartawan di sela kegiatan.

Azmi menyebutkan ada sekitar 60 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka menggelar kegiatan menaman tanaman bakau atau mangrove itu dengan menggandeng belasan anak SD Negeri Tugu dan tokoh masyarakat sekitar.

Para mahasiswa Undip bersama warga tengah menanam mangrove di kawasan pesisir pantai Mangunharjo, Tugu, Semarang, Minggu (30/4/2017). (JIBI/Semarangpos.con/Imam Yuda Saputra)
Para mahasiswa Undip bersama warga tengah menanam mangrove di kawasan pesisir pantai Mangunharjo, Tugu, Semarang, Minggu (30/4/2017). (JIBI/Semarangpos.con/Imam Yuda Saputra)

Aksi yang mengusung tema Mangrove Karnival ini pun menghadirkan keceriaan di antara para siswa SD yang turut serta. Para siswa SD itu terlihat cukup senang dengan tak segan masuk ke dalam lahan penuh lumpur demi menanam mangrove.

“Senang, seru karena banyak teman yang ikut. Lagian ini kan hari Minggu, sekalian sambil main-main,” ujar salah satu siswa SDN Tugu yang ikut serta dalam kegiatan itu, Noval Hamdan.

Selain untuk menangkal abrasi di pantai yang ada di Semarang, Azim juga menyebutkan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk melestarikan ekosistem pesisir pantai.

Ia berharap bibit mangrove yang ditanam tumbuh subur sehingga mampu menangkal abrasi yang selama ini mengancam kelangsungan hidup warga di pesisir pantai, terutama di Mangunharjo, Semarang.

Azim menambahkan berdasar studi yang dilakukan kampusnya, hampir 70% dataran Semarang sudah terkena dampak abrasi. Akibatnya, banyak kampung, seperti di Kaligawe dan lokasi lainnya kerap diterjang rob atau kebanjiran.

Demi menanggulangi banjir atau terjangan rob itu, kali ini pihaknya memilih menanam mangrove jenis mayor. Tak seperti kebanyakan pesisir pantai lainnya yang ditanami mangrove jenis asosiasi, mangrove jenis mayor diyakini mampu menanggulangi terjangan rob lebih baik.

“Di sini enggak ada mangrove jenis mayor. Semuanya tinggal jenis asosiasi, sehingga bahaya kalau abrasinya kian besar,” tutur Azim.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat RT 001/RW 001 Mangunharjo, Ali Imron, mengaku terbantu dengan adanya gerakan penanaman mangrove di kampungnya. Ali menyebutkan saat ini di kawasan bibir pantai di Mangunharjo, Semarang, sudah ada sekitar 3.000 ha lahan yang ditanami mangrove untuk menangkal abrasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom