Kategori: Solo

Abon, Intip, dan Kripik Paru Diburu Wisatawan Luar Kota Solo di Libur Nataru


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO – Kota Solo menjadi salah satu tujuan wisata di setiap momen liburan, termasuk Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Selain punya berbagai tempat wisata menarik, kebanyakan pelancong datang ke Solo, Jawa Tengah, untuk berwisata kuliner.

Berbagai jajanan khas Solo selalu diserbu wisatawan khususnya dari luar kota untuk dijadikan oleh-oleh. Jenis kuliner Solo yang sering dibawa sebagai buah tangan antara lain abon, intip, dan keripik. Hal tersebut disampaikan Sarwiningsih yang ditemui Solopos.com saat asyik bergelut dengan onde-onde ceplis di tokonya, Kamis (26/12/2019).

Sarwiningsih tengah sibuk memindah onde-onde kecil dari plastik besar ke dalam plastik bening ukuran ¼ kilogram (kg). Ia kemudian menimbangnya. Setelah takaran pas, pemilik toko oleh-oleh Abon Mesran Solo ini memberikan plastik tersebut kepada pegawainya untuk dipres dengan alat pres plastik atau plastic sealer.

“Kalau stok oleh-oleh saat libur Natal dan Tahun Baru ini sama saja seperti hari biasa. Misalnya, abon kalau mau habis di toko, kita tambah lagi. Apalagi abon kan produksi kami sendiri. Hanya, jumlah pengunjung yang tambah banyak,” tuturnya saat ditemui wartawan di tokonya di Jalan Kalilarangan, Solo.

Sarwiningsih menjelaskan ada peningkatan jumlah pengunjung yang datang saat musim liburan akhir tahun ini. Tetapi, lonjakan pembeli yang belanja oleh-oleh di tokonya tidak sebanyak saat Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Selain itu, lamanya liburan juga berpengaruh pada jumlah pembeli, khususnya yang berasal dari luar Soloraya. Menurutnya, oleh-oleh yang paling banyak diincar pembeli adalah abon sapi, abon ayam, srundeng, kripik paru, dan kripik usus.

Meski ramai, harga aneka oleh-oleh ini juga tak ia naikkan. Misalnya, abon pedas dihargai Rp26.000/ons ¼ kg Rp62.000, abon manis Rp26.000/ons dan ¼ kg Rp60.000. Sedangkan lainnya, ada srundeng manis Rp15.000/¼ kg dan pedas Rp16.000/¼ kg, paru tepung tipis Rp37.500, usus ayam kampung Rp35.000, dan kripik cakar Rp30.000.

“Ramainya sekitar siang sampai sore. Kami buka pukul 07.30 WIB–19.30 WIB. Kadang saat ramai, toko sudah mau tutup masih banyak yang beli,” imbuhnya.

Sementara pemilik toko oleh-oleh Era Jaya, Andrijanto, mengaku para pembeli juga paling suka memborong abon, intip, serta aneka cemilan khas Solo. Menurutnya, jumlah pembeli yang datang meningkat hingga 80% dibandingkan hari biasanya.

“Kami sudah menambah stok untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pembeli yang datang untuk saat libur Nataru ini. Tapi, jumlahnya memang tak sebanyak Lebaran,” ungkapnya.

Andri menambahkan jika hari biasa, pembeli yang datang kebanyakan dari luar kota yang punya agenda khusus di Solo. Akan tetapi saat musim liburan, pembeli berasal dari luar daerah yang tengah berlibur ke Solo dan sekitarnya.

Adapun harga beberapa oleh-oleh berupa camilan khas Solo, antara lain intip biasa dan buatan mulai Rp4.500–Rp17.000 dan kripik paru sapi Rp19.000–Rp36.000.

Pemilik toko oleh-oleh Pring Gading, Pasar Legi, Triyanti, menambahkan pesanan intip produksinya meningkat selama empat hari terakhir. Jika biasanya ia menjual kurang lebih ½ kuintal intip per hari, kali ini sampai 1,5 kuintal per hari.

“Kalau peningkatan jumlah pembelinya sekitar 50% dari hari biasa. Untuk stok banyak, kami siap sampai tahun baru,” katanya.

Liburan Sekolah, Pengunjung Perpustakaan Kota Solo Meningkat

Meskipun demikian, ia mengaku tak menaikkan harga. Misalnya, intip dijual dengan harga Rp20.000, kripik paru Rp35.000, cakar Rp32.000, usus ayam Rp25.000. Selain intip, para pembeli juga meminati rengginan dan ampyang.

“Saya kalau pulang ke Solo beli abon untuk stok selama tinggal di Jakarta. Kalau tak bisa pulang, saya nitip adik agar membelikan abon lalu kirim via paket,” jelas salah satu pembeli, Vira.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita