Tutup Iklan
Ilustrasi pencabulan (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, WONOGIRI -- Gadis remaja korban pemerkosaan oleh enam orang di Nguntoronadi, Wonogiri, FNH, 16, dikabarkan sempat ketakutan dan janin yang dikandungnya juga mengalami gizi buruk.

Namun, kondisi ABG berikut bayinya saat ini sudah membaik. FNH sudah mendapat pendampingan dari petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Wonogiri.

Lembaga itu fokus pada rehabilitasi FNH baik kesehatan, psikis, maupun sosial. P2TP2A menerima informasi soal kasus ini setelah mediasi digelar di desa setempat dari informan.

Isu Gadis Wonogiri Korban Perkosaan Tawarkan Diri, Diduga Cuma Alibi Pelaku

Lembaga itu lantas bergegas menghimpun informasi dengan wawancara kepada sejumlah tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga camat untuk proses assessment. P2TP2A saat itu kesulitan menemui korban secara langsung.

“Kami belum bisa menemui korban saat itu. Tapi kami terus berupaya pendekatan agar bisa mendampingi korban secara langsung,” kata aktivis P2TP2A Wonogiri, Ririn Riadiningsih, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (8/11/2019).

Dalam kasus itu, pendampingan oleh P2TP2A tidak bisa hanya melulu soal proses hukum atas pelaku. Proses hukum sendiri sudah dipercayakan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wonogiri.

Lindas Pengendara Motor Hingga Tewas, Truk Dikejar Hingga Jalan Lingkar Boyolali

Kini, P2TP2A tinggal fokus pada pendampingan langsung terhadap korban. “Kebutuhan korban ini banyak tidak hanya proses hukum. Sejauh mana kesehatan dan kondisi psikis korban sangat penting diperhatikan. Dilihat dari status sosial ekonomi keluarga, kondisi orang tua yang tidak memungkinkan, kami mengkhawatirkan korban. Apalagi posisinya sedang hamil,” ujar Ririn.

Dari pendampingan dan komunikasi dengan FNH, P2TP2A menemukan pelajar kelas X SLTA itu mengalami ketakutan. Selain itu, kondisi kesehatannya pun sedang terganggu.

Fahira Diperiksa Soal Meme Anies Joker: Mana Surat Kuasa Anies Baswedan?

“Otomatis kami prioritaskan bagaimana memulihkan kondisi anak ini dulu. Kami advokasi bagaimana keluarga menyadari ini merupakan persoalan yang harus ditangani bersama,” beber dia.

Ia menceritakan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Nguntoronadi, janin yang dikandung FNH mengalami gizi buruk. Hal itu sudah ditangani dokter.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten