Ilustrasi pemerkosaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, WONOGIRI -- Remaja perempuan di Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, yang menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tiri hingga hamil, NA, 17, dikabarkan diusir oleh warga setempat.

Namun warga membantah tudingan itu. Warga menyatakan korban maupun pelaku, SH, 34, memang kadang berdomisili di kampung setempat meski secara administrasi berstatus warga desa lain di Kecamatan Eromoko.

Kepala dusun (kadus) setempat di Kecamatan Eromoko, SP, mengaku tidak tahu sejak kapan pelaku dan korban tinggal di kampungnya.

Selama ini, ungkap SP, keduanya memang dikenal jarang bergaul dengan masyarakat. Korban juga dikenal sebagai sosok yang pemalu dan pendiam.

Hilang dari Day Care, Bocah Balita Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Kepala

Selama ini keduanya juga dikenal tinggal secara bergantian. Kadang tinggal di kampung menjadi tetangga SP, kadang tinggal di desa tetangga masih satu kecamatan.

Namun kini korban tak lagi tinggal di wilayahnya. NA tinggal di desa tetangga bersama ibu kandung dan neneknya.

Pemuda Sukoharjo Nyolong Belasan Kali Demi Gaya Hidup dan Ngapelin Pacar

“Kami enggak pernah mengusir korban. Kami justru penasaran siapa yang mengembuskan kabar bohong ini sebelumnya,” terang dia saat ditemui Solopos.com akhir pekan lalu.

Diberitakan sebelumnya, NA menjadi korban pemerkosaan oleh ayah tirinya sendiri, SH, 34.

Solo Undercover: Siswi SMA Rela Jadi Simpanan Om-Om Demi Hidup Mewah

Aksi bejat SH itu dilakukan sejak korban masih duduk di bangku kelas IX SMP pada 2018. Kini korban masih berstatus pelajar kelas XI SMA. Korban dalam keadaan hamil lima bulan. 

Ironisnya korban juga juga mengalami pemerkosaan yang dilakukan oleh saudara ayah tirinya (baca: Derita ABG Wonogiri Diperkosa Lagi Oleh Paman Usai Curhat Diperkosa Ayah Tiri).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten