Blangko ijazah yang tak terpakai di Dinas Pendidikan Kota Madiun dibakar, Jumat (10/5/2019). (Istimewa-Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Sebanyak 932 blangko ijazah SD dan SMP yang tak terpakai dimusnahkan dengan cara dibakar, Jumat (10/5/2019). Pemusnahan blangko ijazah itu bertujuan supaya tidak disalahgunakan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Heri Wasana, mengatakan saat ini masih ada 932 blangko ijazah SD dan SMP tidak terpakai. Keberadaan ijazah tak terpakai itu karena adanya pengiriman yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Dia menuturkan Dindik Kota Madiun pada tahun ajaran 2018/2019 menerima kiriman blangko ijazah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006.

Padahal sebagian besar sekolah di Kota Madiun telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2013. Akhirnya banyak blangko ijazah itu yang tidak terpakai karena tidak sesuai dengan sistem kurikulum yang dipakai.

"Pemusnahan blangko ijazah ini sudah sesuai prosedur. Kami juga telah berkordinasi dengan kementerian terkait. Sisa blangko ijazah itu tidak perlu dikembalikan, tetapi hanya perlu dimusnahkan," terang dia kepada wartawan.

Dari 932 blangko ijazah yang dimusnahkan tersebut terdiri atas 158 lembar blangko ijazah SD dan 774 lembar blangko ijazah SMP. Sebagian dari blangko ijazah tersebut juga rusak.

Heri berharap dengan adanya pemusnahan itu sudah tidak ada lagi penyalahgunaan blangko ijazah oleh orang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pemusnahan ini sebagai bentuk antisipasi dalam upaya mencegah kecurangan dalam memanfaatkan blangko ijazah tersebut. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: