Tutup Iklan
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan RSUD Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (13/3/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah 902 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi calon pegawai non-aparatur sipil negara (ASN) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno, Semanggi, Solo. Angka tersebut lebih dari separuh dari total pelamar yang mengirim berkas hingga Rabu (29/5/2019).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Setyowati, menerangkan total jumlah pelamar untuk mengisi 160 lowongan mencapai 1.790 orang.

“Penyebab mereka tidak lolos administrasi bermacam-macam, di antaranya ketidaklengkapan berkas lamaran dan ketidaksesuaian jurusan yang dibutuhkan,” kata dia kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Setyowati menyebut seluruh pelamar yang lolos seleksi diharuskan mengambil kartu peserta ujian di Kantor DKK pada Kamis (13/6/2019) dan Jumat (14/6/2019). Mereka wajib mengikuti ujian tertulis pada Minggu (16/6/2019) di Kompleks Balai Kota Solo.

Ujian dilakukan serentak atau berbarengan. Peserta diwajibkan membawa papan jalan (clipboard) dan alat tulis mandiri.

“Bisa di Pendapi Gede atau di Lantai III Kantor DKK. Kedua opsi ini mempertimbangkan keamanan. Opsi utama di Pendapi, tapi apakah masih representatif untuk menampung ratusan peserta, nanti persetujuan Wali Kota,” paparnya.

Setyowati menambahkan setelah mengikuti ujian tertulis, pengumuman lolos atau tidaknya disampaikan pada Jumat (28/6/2019). Mereka yang lolos ujian pertama dijadwalkan mengikuti tes kesehatan dan wawancara pada Selasa-Kamis (2-4/6/2019).

Sedangkan, pengumuman hasil akhir berlangsung sepekan sesudahnya atau pada Kamis (11/6/2019).

“Kami masih akan membahas berapa pelamar yang akan diambil untuk mengikuti tahapan demi tahapan. Ujian tertulis pada Minggu nanti berupa pengetahuan umum, kesehatan, dan psikotest. Kami upayakan akan konsisten dengan linimasa pengumuman awal. Namun, jadwal pengumuman pasti akan kami sampaikan sesudah tes selesai,” ungkapnya.

Dari 160 formasi, Setyowati menyebut ada tiga formasi yang nihil pelamar. Ketiga formasi itu yakni teknik elektromedik, dokter spesialis anestesi, dan dokter spesialis radiologi. Minimnya peminat pada formasi teknik elektromedik kemungkinan disebabkan minimnya lulusan.

“Untuk formasi spesialis kemungkinan karena mereka menimbang pendapatan. Surat izin praktik (SIP) maksimal hanya tiga tempat. Nah, kalau mereka pindah ke RSUD Bung Karno, apakah setara pendapatannya?” ucap dia.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan hal senada mengenai minimnya peminat dokter spesialis. Rudy, sapaan akrabnya, menilai gaji di RSUD Bung Karno jauh di bawah pendapatan dokter spesialis.

“Ya, nanti bisa buka lagi. (Dokter-dokter) tak rayunya (saya bujuk agar melamar), karena ini untuk rakyat,” kata dia. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten