9 Tiang Listrik Beton di Pati Nyaris Rebah Diterjang Puting Beliung
Tiang listrik beton milik PLN di tepi jalur jalan Guyangan-Glonggong, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah nyaris rebah, Rabu (11/12/2019). (Antara)

Solopos.com, SEMARANG — Sembilan tiang listrik beton di tepi jalur jalan Guyangan-Glonggong, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (11/12/2019), nyaris rebah ke tanah. Tiang-tiang itu tak roboh karena adanya kabel yang saling menghubungkannya.

Puting beliung dahsyat yang melanda kawasan itu menghantam tiang-tiang itu. Akibat miringnya tiang-tiang yang menarik kencang kabel-kabel penghubungnya, aliran listrik padam di kawasan sekitarnya pun padam.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Hadi Santosa membenarkan adanya peristiwa angin kencang yang mengakibatkan sembilan tiang listrik nyaris roboh. Terkait hal ituBPBD Pati sudah berkoordinasi dengan PLN, terutama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Juwana.

“Informasinya, penanganan dimungkinkan baru bisa dilakukan Rabu malam karena vendor yang menangani hal itu baru di Rembang,” ujarnya.

Dampak angin kencang, katanya, juga terjadi di beberapa daerah di Kabupaten Pati, termasuk di wilayah Pati Kota. Aliran listrik di kawasan kota juga padam, meskipun saat ini sudah nyala kembali. Padamnya aliran listrik itu berdsarkan informasi, akibat gangguan trafo.

Delapan tiang telepon, kata dia, juga dilaporkan roboh akibat terjangan angin kencang di DesaTondomulyo. Pohon roboh juga terjadi di beberapa daerah yang juga disebabkan angin kencang.

Sementara itu, Manajer PLN ULP Pati Kota Andi Iman membenarkan adanya sembilan tiang listrik yang nyaris roboh akibat diterjang puting beliung. “Lokasi kejadian berada di wilayah ULP Juwana dan sudah dikoordinasikan,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, lanjut dia, terjadi listrik padam di wilayah Jakenan. Penanganan tiang listrik tersebut, kata dia, akan dikerjakan oleh vendor.

“Kami tentu berupaya secepatnya bisa teratasi karena kami juga jualan energi listrik ke pelanggan,” ujarnya. Nyaris robohnya tiang listrik tersebut, kata dia, memang sulit diantisipasi karena termasuk bencana alam.

Priyati, warga Desa Tondomulyo menjelaskan tiang listrik tersebut memang tidak sampai roboh karena ditopang talud yang berada tepat di sebelahnya. Sebelumnya, kata dia, turun hujan disertai angin kencang pada pukul 12.30 WIB dan tak lama berselang berapa tiang-tiang listrik mengalami kemiringan kurang lebih 30 derajat.

Ia mengakui takut keluar rumah karena khawatir terjadi korsleting listrik, menyusul sebagian kabel menyentuh tanah yang basah. Angin kencang juga mengakibatkan beberapa rumah warga rusak bagian atapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho