Gedung DPRD Sukoharjo di wilayah Mandan, Sukoharjo, telah rampung dan siap ditempati, Kamis (3/1/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO–Sebanyak sembilan calon anggota legislatif (caleg) perempuan diperkirakan meraih kursi https://news.solopos.com/read/20190509/496/990940/roy-suryo-katon-bagaskara-gagal-ke-senayan-hanafi-rais-melenggang" title="https://news.solopos.com/read/20190509/496/990940/roy-suryo-katon-bagaskara-gagal-ke-senayan-hanafi-rais-melenggang">legislatif pada Pemilu 2019. Komposisi caleg perempuan yang berpeluang menjadi wakil rakyat lebih banyak dibanding Pemilu 2014.

Pada Pemilu 2014, jumlah caleg perempuan yang berhasil duduk menjadi anggota DPRD Sukoharjo 2014-2019 sebanyak tujuh orang. Ketujuh caleg perempuan itu didominasi PDIP yakni K.M.A. Dina Putri Prihatini, Umi Sunarsih, Titik Murtini (Dapil 1), Sri Harminingsih, Wahyu Mulyani (Dapil 2), Flaviana (Dapil 3), Sri Prapti Mulyani (Dapil 5).

Sementara jumlah caleg perempuan pada Pemilu 2019 diperkirakan sebanyak sembilan kursi. PDIP menyumbang lima kursi meliputi dua kursi caleg petahana dan tiga kursi yang diraih caleg pendatang baru. Lima kursi itu https://news.solopos.com/read/20190509/496/990749/rp40-triliun-disiapkan-pemerintah-untuk-thr-dan-gaji-ke-13-pns" title="Rp40 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk THR dan Gaji Ke-13 PNS">diperkirakan diraih Umi Sunarsih, Wahyu Mulyani, Artiyana Ririn Yuanawati, Maria Kristutiningsih.

Sementara caleg perempuan PKS dan PKB masing-masing meraih dua kursi. Dua caleg perempuan PKS merupakan pendatang baru yang baru kali pertama mengikuti kontestasi pemilu yakni Siti Zakiyatun Ni’mah dan Sumiyati. Sementara dua kursi PKB diraih Okiviana dan Wiji Astuti. “Hampir setiap hari saya bersilaturahmi dengan masyarakat maupun jemaah pengajian. Saya juga aktif menjadi pengurus kelompok kerja (pokja) Program Kesejahteraan Keluarga [PKK] di wilayah Grogol,” kata caleg asal PKS di Dapil 4, Siti Zakiyatun Ni’mah, saat berbincang dengan Espos di Kantor DPD PKS Sukoharjo, Selasa (7/5).

Wanita yang akrab disapa Nimah ini mengatakan sering menyoroti isu perlindungan anak dan perempuan termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selain itu, Nimah juga mendorong iklim religius saat berinteraksi dengan masyarakat.

Sehari-hari, Nimah bekerja di BMT Hasanah Mandiri, Desa Telukan, Kecamatan Grogol. Dia baru kali pertama mengikuti kontestasi pemilu namun mampu meraup suara terbanyak dibanding caleg pendatang baru lainnya asal PKS. “Saya mampu meraih lebih dari 4.000 suara pada pemilu. Ini berkat kerja keras para sukarelawan di setiap desa,” ujar dia.

Sementara itu, caleg pendatang baru sekaligus caleg perempuan asal PKB, Okiviana, mengatakan baru kali pertama maju sebagai caleg dalam pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Wanita yang akrab disapa Oki ini mampu bersaing ketat dengan caleg petahana di Dapil 3 meliputi Kecamatan Kartasura, Gatak dan Baki.

Oki diprediksi melenggang mulus menuju parlemen bermodal 3.669 suara. Dia berkomitmen memperjuangkan hak-hak perempuan dan masyarakat berpenghasilan https://news.solopos.com/read/20190510/496/990929/pemerintah-janji-harga-bawang-putih-segera-stabil-berapa-harga-terkini" title="Pemerintah Janji Harga Bawang Putih Segera Stabil, Berapa Harga Terkini?">rendah. “Mudah-mudahan para caleg perempuan yang diperkirakan lolos mampu memperjuangkan kaum wanita di Sukoharjo,” kata dia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten