Karyawan CV Dian Pratama Sragen menunjukkan lokasi brankas dan sisa brankas yang dijebol perampok di gudang CV tersebut, Selasa (18/6/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Komplotan perampok bersenjata tajam (sajam) beranggotakan sembilan orang membobol gudang CV Dian Pratama di Jl. Raya Solo-Sragen Km 8, Dukuh Rejoasri RT 001/RW 001, Desa Gebang, Masaran, Sragen, Senin (17/6/2019) dini hari. 

Sembilan perampok itu menyekap dua petugas satuan pengamanan (satpam) gudang kemudian menjebol brankas berisi uang tunai Rp250 juta. Sembilan perampok itu membawa senjata tajam berupa parang sepanjang hampir 1 meter, linggis, dan besi tumpul. 

Supervisor Lapangan CV Dian Pratama Sragen, Alif Anang Priyanto, saat ditemui wartawan di gudang tersebut, Selasa (18/6/2019), menjelaskan CV Dian Pratama merupakan distributor produk PT Unilever yang sudah menyewa gudang tersebut selama 11 tahun terakhir. 

Alif mendapat laporan adanya perampokan pada Senin pagi dari dua orang petugas security yang sebelumnya disekap perampok itu. Alif menjelaskan saat itu Riyanto, 32, petugas satpam asal Teguhan Kidul RT 005, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, berjaga di dalam kantor sales sementara satu petugas satpam lagi yakni Parji, 48, warga Jambanan, Sidoharjo, Sragen, berjaga di luar gudang. 

Dia mengatakan saat itu pintu gerbang lokasi gudang tertutup rapat dan digembok dari dalam. Pintu pagar itu setinggi sekitar 2-3 meter.

“Sekitar  pukul 02.30 WIB, tiba-tiba ada sembilan orang masuk dengan cara melompati pagar sisi barat yang agak rendah. Begitu masuk, mereka langsung mengancam dua orang satpam seraya menyuruh mereka tiarap. Kemudian perampok menyekap mereka. Mereka berdua disekap di dalam ruang kantor sales. Mata dan mulutnya ditutup lakban, kedua tangan dan kakinya diikat tali dalam posisi tengkurap,” ujarnya.

Setelah penyekapan, lanjut Alif, perampok menjebol pintu kantor sales yang terhubung ke gudang barang dan ruang administrasi di lantai II. Pintu kantor sales dijebol menggunakan linggis. Alif melanjutkan perampok naik ke lantai II dan merusak pintu ruang administrasi pakai linggis. 

“Ruang arsip dan brankas berukuran kecil di bawah tangga menunggu lantai II juga dijebol. Mereka menemukan brankas besi. Brankas dijebol pintunya dan isinya diambil semua. Dari kabar sebelumnya Rp280 juta tetapi setelah diteliti bagian administrasi nilai uangnya Rp250 juta. Sementara baru itu kerugian yang bisa diketahui. Untuk barang yang kemungkinan diambil belum bisa diketahui karena menunggu opname pada akhir bulan,” jelasnya.

Alif menjelaskan uang Rp250 juta itu merupakan uang hasil tagihan dan penjualan sejak Jumat (14/6/2019) sore hingga Sabtu (15/6/2019). Salah satu petugas satpam, Riyanto, berteriak minta tolong setelah perampok kabur. 

Warga sekitar datang menolong dua satpam itu dan kemudian melapor ke Polsek Masaran, Sragen. “Pada Senin pagi dilakukan olah kejadian perkara di gudang ini. Sempat ada police line selama olah TKP. Beberapa barang bukti juga sudah diamankan polisi, termasuk pintu brankas. Biasanya uang langsung disetor ke bank. Pada Jumat sore dan Sabtu kan bank libur sehingga baru bisa setor ke bank pada Seninnya,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan membenarkan adanya perampokan di gudang CV Dian Pratama. Dia mengaku sudah menerjunkan tim untuk olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kami masih menyelidiki kasus perampokan itu. Kami mengamankan barang bukti berupa tali rafia, bekas lakban, dan tutup brankas. Ada empat orang saksi yang kami periksa. Semoga cepat ketangkap pelakunya,” ujarnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten