9 Pengusaha Kuliner Kulonprogo Dipanggil Satpol PP Gegara Ini

Sembilan pengusaha kuliner yang melanggar PPKM Darurat, dipanggil ke kantor Satpol PP Kulonprogo untuk dimintai membuat surat pernyataan

 Pengusaha kuliner pelanggar PPKM Darurat saat dipanggil dan dimintai keterangan lanjutan oleh Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo pada Kamis (15/7/2021). (Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo)

SOLOPOS.COM - Pengusaha kuliner pelanggar PPKM Darurat saat dipanggil dan dimintai keterangan lanjutan oleh Satpol-PP Kabupaten Kulonprogo pada Kamis (15/7/2021). (Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo)

Solopos.com, KULONPROGO — Sembilan pengusaha kuliner yang melanggar PPKM Darurat, dipanggil ke kantor Satpol PP Kabupaten Kulonprogo untuk dimintai keterangan serta diminta untuk membuat surat pernyataan pada Kamis (15/7/2021).

Kepala Satpol PP, Sumiran mengatakan kesembilan pemilik usaha kuliner tersebut didapati melanggar ketentuan PPKM Darurat. Yakni dengan melayani dine in atau makan di tempat di warung atau rumah makan yang dikelolanya.

“Kedatangan para pengusaha kuliner ini merupakan tindak lanjut giat operasi gabungan pada Senin (12/7/2021) yang lalu. Mereka mendapatkan surat panggilan untuk datang di kantor Satpol PP Kabupaten Kulonprogo guna dimintai keterangan,” kata Sumiran pada Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Asyiknya, Puskesmas Pleret Bantul Gelar Vaksinasi di Objek Wisata Puncak

Lebih lanjut, sembilan pelaku usaha oleh Satpol PP Kabupaten Kulonprogo diberikan edukasi serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran pengusaha kuliner di Kulonprogo untuk mematuhi ketentuan PPKM Darurat masih rendah,” kata Sumiran.

Baca juga: Catat, Vaksinasi Untuk Anak Di Kulonprogo, Agustus Mendatang

Dukungan gugus tugas di tingkat Kapanewon (kecamatan) dan Kalurahan (kelurahan) sangat diharapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo. Dalam memberikan edukasi dan sosialisasi yang lebih gencar di wilayahnya masing-masing.

“Dari sembilan pengusaha atau warung kuliner yang dipanggil, dua diantaranya tidak hadir. Untuk itu, akan dilakukan pemanggilan ulang kepada yang bersangkutan guna diproses lebih lanjut,” kata Sumiran.

Baca juga: Tak Suka Denger Sirene, Pria Bantul Rusak Ambulans yang Bawa Pasien, Kini Dicokok Polisi

Baca juga: Buruan Daftar! Sleman Sediakan 913 Lowongan CPNS/PPPK, Pendaftar Baru 386 Orang

 

 

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Pengelola Objek Wisata di Jogja Keberatan Aturan Ganjil Genap

Pengelola objek wisata di Kota Jogja keberatan apabila aturan ganjil genap jadi diberlakukan. Pasalnya, tanpa aturan itu pun, jumlah pengunjung yang bisa masuk sangat sedikit.

Deretan Orang Kaya dari Jogja, Ada Nama Artis Ibu Kota

Ini dia deretan orang kaya atau konglomerat dari Jogja, DI Yogyakarta, yang salah satunya berasal dari dunia hiburan Tanah Air.

Indahnya Tempat Wisata Tersembunyi di Bantul Ini, Jalannya Menantang Hlo

Tempat wisata kali ini begitu menantang medan jalan yang ditempuh dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Pengunjung harus berhati-hari karena jalannya yang setapak dan sampingnya terdapat sungai.

Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Puluhan kendaraan yang menuju ke Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY, diminta putar balik karena pemberlakuan penyekatan.

Sepuluh Persen SMP di Bantul Jalani Uji Coba PTM

Senin Depan, sejumlah SMP sederajat di Bantul menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Ganjil Genap Diberlakukan ke Tebing Breksi, 72 Kendaraan Diputar Balik

Sebanyak 164 kendaraan dizinkan naik ke Tebing Breksi selama pemberlakukan ganjil genap.

Dampak PPKM, Kualitas Udara Kota Jogja Kian Membaik

Penerapan PPKM yang berlangsung sejak Juli lalu disebut berdampak pada kualitas udara di Kota Jogja.

Aturan Ganjil Genap ke Tebing Breksi Diberlakukan, Puluhan Kendaraan Diputar Balik

Banyak wisatawan yang tak tahu aturan ganjil genap saat hendak berwisata ke Tebing Breksi, Sleman, sehingga harus rela dibupatr balik petugas.

Jelang Uji Coba PTM, Vaksinasi Pelajar SMP Terus Dikebut

Vaksinasi pelajar adalah salah satu upaya Pemkab Bantul untuk mendukung uji coba tatap muka sekolah agar orang tua siswa nyaman dan tenang.

Setelah Breksi, Giliran Candi Prambanan Gelar Uji Coba Buka

Candi Prambanan diizinkan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

Tsunami akibat Gempa Megathrust Mengancam, 7 dari 8 EWS di Kulonprogo Malah Rusak

Tujuh dari delapan sistem peringatan dini di pantai selatan Kulonprogo rusak. Padahal ancaman gempa megathrust yang berpotensi tsunami membayangi.

Pembebasan Lahan Tol Jogja Bawen Terus Dikebut, 436 Bidang di Seyegan Bakal Diratakan

PT Jasamarga Jogja Bawen masih bermusyawarah degan warga Seyegan, Sleman terkait pembebasan lahan untuk Tol Jogja-Bawen

Polda DIY Terapkan Ganjil-Genap di 3 Objek Wisata, Di Mana Saja?

Polda DIY menerapkan sistem ganjil genap bagi kendaraan yang akan mengunjungi tiga lokasi wisata di Sleman.