Kondisi Umbul Manten, Sidowayah, Polanharjo, Klaten, yang terdampak puting beliung, Rabu (11/12/2019). (Istimewa/Pemdes Sidowayah)

Solopos.com, KLATEN -- Puting beliung yang melanda Klaten pada Rabu (11/12/2019) siang tak hanya mengakibatkan seorang bocah enam tahun di Karanganom meninggal dunia akibat tertimpa pohon.

Berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, total ada sembilan kecamatan di Klaten yang terdampak angin kencang tersebut. Bangunan rumah rusak dan pepohonan bertumbangan.

Puting beliung itu melanda sekitar pukul 13.30 WIB. Beberapa kerusakan yang tercatat yakni pohon tumbang yang menutup jalan di sekitar Koramil Jatinom, pohon beringin tumbang dan fasilitas rusak di Objek Wisata Mata Air Cokro (OMAC) Tulung.

Pohon-pohon juga bertumbangan di Manisrenggo, Karangnongko, dan Delanggu. Sementara di Trucuk, dua orang terluka ringan akibat tempat penggergajian kayu tempat mereka berteduh roboh.

Pencalonan Said Hidayat Di Pilkada Boyolali 2020 Diprediksi Terganjal Masalah Kesehatan

Keduanya yakni Yudi Syuro, 57 dan Wagiyem, 60. Di Kecamatan Karanganom seorang bocah berusia enam, Alifa Azahra winda Putri, meninggal dunia akibat tertimpa pohon mahoni yang tumbang.

Ayahnya Alifa, Sahawi, 31, dan ibundanya, Tri Sundari, 36, warga Jungkare, Karanganom, juga mengalami luka. Di Polanharjo dan Klaten Utara pohon tumbang dan rumah warga rusak.

“Di Sidowayah, Polanharjo, ada tiang listrik yang ambruk dan pohon tumbang. Selain itu beberapa rumah warga rusak. Pohon beringin di Umbul Manten Sidowayah juga tumbang. Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Mujahid Jaryanto, kepada Solopos.com, Rabu (11/12/2019).

Diteror King Cobra, Pemilik Warung Mi Ayam di Klaten Ngungsi

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi, mengaku sudah memperoleh informasi bencana di sejumlah kecamatan itu. Jaka mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dan waspada menghadapi pancaroba.

“Saat ini masih berlangsung pancaroba. Hujan deras dan angin kencang sering terjadi. Warga yang memiliki pohon tinggi, lebih baik dipangkas demi keselamatan bersama,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten