Relawan dari BPBD Sragen bekerja keras untuk memadamkan api yang membakar lahan tebu seluas 7 hektare di Dusun/Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Rabu (5/6/2019) malam. (Istimewa/BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen mencatat ada sembilan kasus https://soloraya.solopos.com/read/20190530/491/995720/rumah-terbakar-karena-puntung-rokok-nenek-nenek-di-sragen-hangus" title="Rumah Terbakar Karena Puntung Rokok, Nenek-Nenek di Sragen Hangus">kebakaran di wilayah Bumi Sukowati selama Ramadan hingga Lebaran 2019.

Kebakaran tersebut terjadi di empat rumah, satu pabrik tahu, dua lokasi lahan tebu, dan dua gudang jerami. Total kerugian dari sembilan kebakaran itu mencapai Rp459 juta sementara satu orang meninggal dunia, satu luka bakar, dan tujuh orang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (7/6/2019), mengatakan selama ini penanganan kebakaran dilakukan Tim Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen yang berkoordinasi dengan tim assessment BPBD Sragen.

Sugeng menyampaikan mayoritas https://soloraya.solopos.com/read/20190526/491/994905/api-hanguskan-tanaman-tebu-seluas-1-hektare-di-gemolong-sragen" title="Api Hanguskan Tanaman Tebu Seluas 1 Hektare di Gemolong Sragen">kebakaran tersebut disebabkan kelalaian orang yang membuang puntung rokok sembarangan, menyalakan obat nyamuk bakar di tempat yang mudah terbakar, bermain api, bermain petasan, membakar lahan, dan korsleting.

Kerugian material paling besar terjadi pada kebakaran lahan tebu di wilayah tiga RT, yakni RT 016-RT 018 Jurangjero Kidul, Desa Jurangjero, Karangmalang, Rabu (5/6/2019) malam. Kebakaran itu mengakibatkan kerugian sampai Rp140 juta.

"Penyebabnya pembakaran sampah di dekat lahan. Sementara kebakaran paling tragis yakni di Pandak, Sidoharjo, karena ada seorang nenek-nenek meninggal dunia dalam musibah itu,” ujar Sugeng.

Sugeng mengatakan https://soloraya.solopos.com/read/20190524/491/994485/gudang-jerami-warga-tanon-sragen-terbakar-diduga-karena-mercon" title=" Gudang Jerami Warga Tanon Sragen Terbakar Diduga Karena Mercon Gudang Jerami Warga Tanon Sragen Terbakar Diduga Karena Mercon">kebakaran terakhir terjadi di Dukuh Nglinggang RT 007, Desa Ngrombo, Tangen, Sragen, pada Kamis (6/6/2019) lalu. Dia menjelaskan api melalap rumah hunian milik Paimin pada pukul 01.00 WIB.

Sugeng mengimbau kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan dan menyalakan obat nyamuk bakar di tempat sembarangan. Selain itu, Sugeng berharap tidak ada musibah kebakaran lagi karena kasihan warga yang menjadi korban.

Berikut data sembilan kasus kebakaran sepanjang 1 Mei-6 Juni 2019 di Sragen berikut penyebabnya:

Tanggal

Objek Kebakaran

Penyebab

Lokasi

Keterangan

12 Mei 2019

Pabrik tahu

Tungku meledak

Gondang RT 020, Jirapan, Masaran

25 Mei 2019

Hutan/lahan tebu

Puntung rokok

Ngembatkembang, Kragilan, Gemolong

30 Mei 2019

Rumah/hunian

Puntung rokok

Pandak RT 013, Sidoharjo, Sragen

Satu orang meninggal dunia

31 Mei 2019

Rumah/Hunian

Kelalaian pemilik

Seneng RT 009, Girimargo, Miri

31 Mei 2019

Gudang jerami

Anak Main Api

Ngepung RT 029, Patihan, Sidoharjo

31 Mei 2019

Gudang Jerami

Anak Main petasan

Jatitengah RT 011, Sukodono

5 Juni 2019

Rumah/Hunian

Obat nyamuk bakar

Bulukerto RT 021, Blimbing, Sambirejo

5 Juni 2019

Hutan/lahan tebu

Buang api

Jurangjero Kidul, Karangmalang

Kerugian Rp140 Juta

6 Juni 2019

Rumah/Hunian

Obat nyamuk bakar

Nglinggang RT 007, Ngrombo, Tangen

Sumber: BPBD Sragen (trh)

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten