Tutup Iklan

9.000 PKL dan Warung di Wonogiri Dapat Bantuan Rp10,8 Miliar

Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran.

 Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto (kanan), secara simbolis menyerahkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada penerima di Mapolres, pekan lalu. (Istimewa/ Polres Wonogiri)

SOLOPOS.COM - Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto (kanan), secara simbolis menyerahkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) kepada penerima di Mapolres, pekan lalu. (Istimewa/ Polres Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI—Kabupaten Wonogiri mendapat alokasi Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) senilai Rp10,8 miliar untuk 9.000 penerima.

Bantuan disalurkan Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri. Kedua institusi tersebut menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran. BTPKLW dari pemerintah pusat.

Program ini bagian dari upaya memulihkan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Sasarannya pelaku usaha mikro kecil yang terdampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan 3.

Baca Juga: Picu Kerumunan, Padang Rumput Tegalharjo Wonogiri Ditutup

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (20/10/2021), alokasi dibagi dua, yakni alokasi bantuan yang disalurkan melalui Polres Wonogiri senilai Rp4,2 miliar untuk 3.500 penerima dan Kodim Wonogiri senilai Rp6,6 miliar untuk 5.500 penerima.

Penyaluran oleh Polres terpusat di Mapolres secara bertahap. Penyaluran selesai pada Sabtu (16/10/2021) lalu. Sementara, penyaluran oleh Kodim digelar di Makodim dan di wilayah-wilayah melalui Koramil (24 kecamatan).

Penyaluran dimulai di Makodim, Selasa (19/10/2021). Penyaluran melalui Koramil mulai, Kamis (21/10/2021). Ada satu kecamatan yang belum terdapat Koramil, yakni Paranggupito. Penyaluran di kecamatan tersebut masih dikaji lebih lanjut.

Baca Juga: Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Penerima bantuan harus memenuhi syarat, seperti memiliki usaha yang dibuktikan dengan izin usaha, lokasi usaha berada di Kabupaten Wonogiri saat diterapkan PPKM Level 4 dan 3, dan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah di antaranya Bantuan untuk Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Pendataan penerima bantuan dilakukan oleh Polres dan Kodim.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Wonogiri, Iptu Mulyadi, kepada Solopos.com, Rabu, menyampaikan penyaluran BTPKLW oleh Polres tepat sasaran. Proses verifikasi dan validasi data penerima dilakukan dengan ketat.

Data yang diverifikasi dan divalidasi bersumber dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) dan Dinas Sosial (Dinsos). Data dari Dinas KUKM Perindag meliputi data pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pelaku usaha mikro yang menerima BPUM 2020 dan 2021. Sementara, data dari Dinsos adalah data penerima bansos dari pemerintah.

Baca Juga: Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Data-data tersebut diolah lalu diserahkan kepada seluruh Polsek di 25 kecamatan untuk selanjutnya diverifikasi dan divalidasi. Dari proses itu diperoleh data penerima yang memenuhi syarat. Kemudian BTPKLW disalurkan kepada penerima.

“Dari hasil verifikasi dan validasi data diketahui hanya Kecamatan Manyaran yang tidak ada penerimanya. Jadi, penerima BTPKLW dari 24 kecamatan. Totalnya 3.500 penerima, kuota terpenuhi 100 persen,” kata Mulyadi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Dydit Dwi Susanto saat dihubungi Solopos.com.

 

Validasi Ketat

Sementara itu, Dandim Wonogiri, Letkol (Inf) Rivan Rembodito Rivai, melalui keterangan tertulis mengatakan penerima bukan sembarang PKL. PKL yang berhak menerima bantuan adalah yang menjadikan usahanya satu-satunya sumber pendapatan.

Baca Juga: Maling Kotak Infak di Masjid Ngawonggo Klaten Lolos dari Kejaran Warga

Dia mengklaim pendataan penerima sudah melalui validasi ketat. Bintara Pembina Desa (Babinsa) terjun langsung ke lapangan untuk mengecek bahwa calon penerima benar-benar memiliki usaha dan belum pernah menerima bansos lain. Data yang penerima yang menjadi pegangan dapat dipertanggung jawabkan.

“Setiap satu penerima kami mintai bukti penyerahannya [tanda terima]. Jadi akan ada 5.500 bukti. Ini akan kami lampirkan untuk pertanggungjawaban bahwa BTPKLW sudah diterima dan tepat sasaran,” ujar Dandim.


Berita Terkait

Espos Plus

Cerpen Selendang Bidadari

+ PLUS Cerpen Selendang Bidadari

Siapa tahu keberadaan bidadari itu bukanlah sekadar dongeng seperti pemikirannya selama ini. Mereka sedang mandi saat ini dan Darodin ingin mencuri selendangnya, satu saja.

Berita Terkini

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Saham asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader saham asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi saham dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.

Atasi Tengkes, PKK Wonogiri Realisasikan Bumi Limase pada 2022

PKK akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, karang taruna, kader posyandu, dan layanan kesehatan melalui Program Ibu Hamil dan Balita Makan Sehat (Bumi Limase).

Ukur Kecepatan Evakuasi, Warga KRB III Merapi Swadaya Gelar Simulasi

Simulasi yang dilakukan meliputi respons warga ketika ada tanda untuk berkumpul dan bersiap evakuasi hingga kecepatan warga.

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.

Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Pengelola hotel di Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Solo, mendukung rencana penataan kawasan sebelumnya terkenal sebagai lokasi mangkal PSK jadi tempat wisata heritage.

Semeru Meletus, BPBD Klaten Siaga Antisipasi Bahaya Erupsi Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

Tiga Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.