Tutup Iklan

Warga Nguter Terdampak Bau Limbah PT RUM Sukoharjo Mengadu ke Polda Jateng

Warga Nguter Terdampak Bau Limbah PT RUM Sukoharjo Mengadu ke Polda Jateng

SOLOPOS.COM - Warga terdampak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM), Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, berunjuk rasa di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (19/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)

Warga Kecamatan Nguter, Sukoharjo, yang terdampak bau limbah pabrik PT RUM mengadukan masalah mereka ke Polda Jateng.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sejumlah warga terdampak bau limbah udara PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, melapor ke Polda Jateng. Mereka menilai manajemen PT RUM melanggar UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, lima perwakilan warga didampingi kuasa hukum mendatangi Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng pada Selasa (16/1/2018). Kelima warga itu yakni Ari Suwarno, Erwin Bowo, Suyanto, Eko Supriyadi, dan Mulyono.

Laporan yang dibuat warga hanya tiga hari sebelum mereka berunjuk rasa di Gedung DPRD Sukoharjo. Bau tak sedap dari limbah pabrik PT RUM merugikan warga di beberapa desa wilayah Kecamatan Nguter. Tak sedikit warga yang pusing, mual, dan muntah-muntah akibat limbah udara PT RUM.

“Sekarang limbah udara meluas hingga wilayah Bendosari, Polokarto, dan Sukoharjo Kota. Hingga sekarang bau tak sedap belum hilang dan selalu muncul saat petang hari atau malam hari,” kata Ari Suwarno saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (24/1/2018).

Baca:

PT RUM Sukoharjo Punya Waktu Sebulan untuk Atasi Masalah Bau Limbah

Bau Tak Sedap Kembali Ganggu Warga Sekitar Pabrik PT RUM Sukoharjo

Koordinator Forum Komunikasi Warga Desa Plesan, Gupit, Celep, dan Pengkol (PGCP) ini menjelaskan manajemen PT RUM bisa dianggap melanggar perundang-undangan lantaran tak bisa mengelola limbah secara benar. Pengambilan air dari Dam Colo dikhawatirkan mengakibatkan lahan pertanian terancam kekeringan di Sukoharjo, Sragen, dan Karanganyar.

Selain itu, pembuangan limbah ke sungai mencemari sumur dangkal penduduk dan ikan-ikan mati. “Analisis mengenai dampak lingkungan [Amdal] pabrik tak mencantumkan pengelolaan limbah pabrik dan emisi udara terutama karbon disulfide [CS2] dan Hidrogen Sulfida [H2S]. Ini juga salah satu pelanggaran,” papar dia.

Kuasa hukum warga terdampak limbah pabrik dari LBH Wening, Sumarsoni, menyatakan ada lima pasal dalam perundang-undangan yang diduga dilanggar manajemen PT RUM. Selain itu ada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 7/2012 tentang Pengelolaan Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Kegiatan Industri/Produksi Serat Rayon.

Menurut Soni, Bupati Sukoharjo bisa mencabut izin lingkungan PT RUM lantaran merugikan ribuan warga di Sukoharjo. “Limbah udara pabrik tak hanya dihirup warga dalam radius 500 meter dari pabrik melainkan lebih dari lima kilometer. Ini jelas merugikan masyarakat,” papar dia.

Sementara itu, Direktur Umum PT RUM, Mochamad Rachmad, saat dimintai konfirmasi mengaku telah mengetahui aduan perwakilan warga ke aparat kepolisan. Rachmad siap menghadapi proses hukum tersebut. Dia telah berupaya keras melakukan berbagai langkah untuk menghilangkan bau tak sedap yang menyengat hidung.

Progres upaya itu selalu dilaporkan ke Bupati Sukoharjo dan Kementerian Lingkungan Hidup. “Saya optimistis bau tak sedap hilang sebelum tenggat waktu habis selama sebulan sesuai hasil kesepakatan dengan warga. Kami terus berupaya menghilangkan bau tak sedap dengan berbagai cara,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kendalikan Kasus Covid-19, Bupati Klaten Minta Jajarannya Tegas

Bupati Klaten meminta kepada Satpol PP bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk terus melakukan operasi penegakan protokol kesehatan.

Pemimpin Redaksi Media Online Ditembak Hingga Tewas di Mobil

Pemimpin redaksi media online di Simalungun diduga jadi pembunuhan. Ia ditemukan tewas di dalam mobil dengan luka tembak.

20 Karyawan Pabrik Garmen Brebes Ketahuan Covid-19 Saat akan Perpanjang Kontrak

20 Karyawan pabrik garmen di Brebes diketahui terpapar Covid-19 saat hendak perpanjang kontrak. Akhirnya mereka tidak dipekerjakan.

Hendak Salip Motor Tapi Gagal, Mobil Sedan Terbalik di Karangdowo Klaten

Mobil sedan yang dikemudikan remaja Karangdowo, Klaten, terguling setelah menabrak pembatas jembatan. Pengemudi mobil hendak menyalip motor tapi gagal.

Menutup Objek Wisata saat Weekend hingga Aturan Baru Hajatan

Objek wisata tutup saban Sabtu-Minggu pada pekan pertama dan ketiga. Khusus hajatan, tamu luar kota wajib menunjukkan surat bebas dari Covid-19.

Umbul Susuhan Klaten Ditutup, Sejumlah Pengunjung Kecele

Sejumlah pengunjung Umbul Susuhan Klaten kecele karena objek wisata air itu tutup pada Sabtu (19/6/2021). Bupati Klaten memerintahkan seluruh objek wisata ditutup pada pekan I dan III tiap bulannya.

Bangunan Eks SDN 2 Kragilan Sragen Disulap Jadi Tempat Isolasi Berkapasitas 120 Orang

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, akan menambah kapasitas Technopark untuk isolasi pasien Covid-19. Jika masih kurang, Bupati juga menyiapkan gedung eks SDN Kragilan jadi tempat isolasi.

Waduh, Giliran Pegawai Setda Pemkab Wonogiri Terpapar Covid-19

Covid-19 mulai merambah Setda Wonogiri. Sejumlah pegawai di Setda Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Belum ada penutupan kantor kecuali Inspektorat.

BAN Peringatkan Pemangku Kepentingan: Akreditasi Bukan Syarat Penerimaan!

Penerapan kebijakan akreditasi sekolah/madrasah atau institusi/lembaga pendidikan untuk penerimaan dapat menutup kesempatan lulusan terbaik.

Wow! Followers Instagram Cristiano Ronaldo Tembus 300 Juta

Cristiano Ronaldo belum lama ini membukukan rekor mencetak 11 gol dari lima kali Euro dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Euro secara beruntun.

19 Bandar Narkoba LP Cipinang dipindah ke LP SMS di Nusakambangan

Kemenkum HAM memindahkan 19 bandar narkoba dari LP Cipinang ke LP Nusakambangan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Semangat! Warga Lansia Sragen "Piknik” Naik Kereta Mini Demi Ikuti Vaksinasi

Warga lansia di lingkungan RT 007, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, menaiki kereta mini menuju puskesmas yang jaraknya 5 km.