86 Paket Sembako untuk ODP & PDP di Sragen Didistribusikan
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Sragen memanggul beras 20 kg sebagian bagian dari paket jadup untuk ODP dan PDP di wilayah Kecamatan Sragen Kota, Sragen, Selasa (31/3/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Sosial (Dinsos) Sragen mendistribusikan bantuan jatah hidup (jadup) berupa 86 paket sembako untuk 81 keluarga orang dalam pemantauan (ODP) dan lima keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) di 17 kecamatan, Selasa (31/3/2020).

Distribusi jadup berupa sembako tersebut dilaksanakan secara berkala dengan identitas ODP dan PDP tetap dirahasiakan untuk menjaga privadi keluarga yang bersangkutan. Jadup tersebut paket sembako yang terdiri atas 20 kg beras, plus minyak goreng, telur, susu, dan mi instan.

Pengembang Properti Siap Genjot Penjualan Saat Wabah Covid-19 Berlalu

Pendistribusian dilakukan oleh tiga tim yang beranggotakan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di bawah Dinsos Sragen. Tim I untuk lima kecamatan, yakni Plupuh, Kalijambe, Gemolong, Sumberlawang, dan Tanon.

Tim II bertugas mendistribusikan di wilayah Kecamatan Wukodono, Tangen, Jenar, Mondokan, dan Gesi. Kemudian Tim III bertugas mengirim jadup ke Kecamatan Kedawung, Sidoharjo, Sambungmacan, Sragen Kota, Ngrampal, Masaran, dan Sambirejo.

“Ya, bantuan jadup itu dikirim ke kantor kecamatan. Kemudian camat setempat berkoordinasi dengan kepala desa atau kepala keluarahan untuk didistribusikan kepada ODP dan PDP yang bersangkutan," ujar Kepala Dinsos Sragen, Joko Saryono, saat berbincang dengan Solopos.com.

"Data ODP dan PDP itu diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen per 29 Maret 2020 lalu yang jumlahnya 86 orang. Nama-nama ODP dan PDP itu dimasukan dalam amplop tertutup rapat,” imbuhnya.

Corona Sukoharjo: Grogol Zona Merah, 3 Kecamatan Ini Masih Bersih dari PDP

Joko sempat menyerahkan bantuan secara simbolis ke Camat Sragen Kota Sigit Dwi Kartanto yang memiliki 12 warga ODP dan PDP. Serahterima paket sembako itu dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sragen Kota. Saat penyerahan itu Joko berpesan supaya distribusikan dikoordinasikan dengan lurah atau kades terkait.

Joko menjelaskan amplop yang berisi biodata ODP dan PDP itu yang berhak membuka hanya camat atau pejabat kecamatan yang ditunjuk. Kemudian data itu diserahkan ke kepala desa atau kepala kelurahan yang memiliki data ODP atau PDP supaya didistribusikan.

Dia menyampaikan jadi yang mengetahui data ODP dan PDP dalam distribusi jadup itu hanya camat dan kades atau kepala kelurahan supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat dan untuk menjaga privadi ODP atau PDP terkait.

Untuk 14 Hari

Joko menerangkan satu paket jadup itu untuk ODP dan PDP untuk jatah hidup selama 14 hari. Bila pengawasan atau pemantauannya diperpanjang, kata dia, maka akan mendapatkan jadup berikutnya untuk 14 hari lagi ke depan. Dia menyampaikan data ODP dan PDP itu dinamis dari DKK.

Dia mengatakan data tersebut bisa bertambah atau berkurang sehingga dalam pemberian jadup pun menyesuaikan data tersebut. “Bila masih ada yang tercecer akan disusulkan bantuan jadupnya,” jelas Joko.

Ini 3 Lokasi Karantina Pemudik dan ODP Corona di Solo

Sementara itu,, Kabid Penanganan Fakir Miskin Nunuk Sri Rejeki mengatakan 86 paket jadup itu diberikan dengan menggunakan dana corportae social responsibility (CSR) dan kepedulian para aparatur sipil negara (ASN) lewat program jimpitan beras. Dia menyampaikan dana mitra kesejahteraan rakyat (matra) belum digunakan.

Dia menyampaikan pemberian jadup itu juga diberikan kepada keluarga PDP yang meninggal dunia pada Senin (30/3/2020) tetapi akan disusulkan karena belum masuk dalam data 86 penerima paket jadup tersebut.(Tri Rahayu)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho