Tutup Iklan
840 Rumah di Delapan Kecamatan di Jember Kebanjiran
Petugas BPBD Jember akan mengevakuasi warga karena ketinggian banjir mencapai selutut orang dewasa di Kabupaten Jember, Jatim, Sabtu (22/2/2020). (Antara)

Solopos.com, JEMBER -- Sebanyak 840 rumah di delapan kecamatan di Kabupaten Jember kebanjiran, Sabtu (22/2/2020). Hujan deras yang terjadi sejak Jumat (21/2/2020) sore hingga hari ini membuat sejumlah sungai meluap yang menjadi penyebab banjir.

Delapan kecamatan yang diterjang banjir antara lain Kaliwates, Tanggul, Rambipuji, Sumberbaru, Patrang, Semboro, dan Bangsalsari.

"Bencana banjir melanda di sembilan titik yang tersebar di delapan kecamatan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, M. Rofiq, di Jember, Sabtu, seperti dikutip Antara.

Aplikasi Pengaman Mobil Rental Buatan Mahasiswa Malang Raih Perak di Bangkok

Tidak hanya banjir, kata dia, Kabupaten Jember juga diterjang angin kencang dan longsor yang melanda Kecamatan Patrang, Arjasa, dan Kaliwates pada Jumat (21/2) sore.

"Secara keseluruhan, bencana alam terjadi di 16 lokasi yang tersebar di 16 desa dan kelurahan di delapan kecamatan dengan rumah yang terdampak tiga rumah rusak sedang, dua tembok pembatas perumahan roboh, jembatan jalur lintas selatan ambles, dan 840 rumah tergenang banjir," katanya.

Rofiq menjelaskan banjir menggenangi Perumahan Bumi Mangli Kecamatan Kaliwates, jalan raya Jember-Lumajang di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul; Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji; Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru; Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang; Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji; Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro; Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari; dan Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru.

Transaksi Penggunaan Dana Desa Diarahkan Nontunai

"Banjir di beberapa kecamatan di Jember sudah surut pada Sabtu ini, kecuali di Desa Sumberagung karena air masuk ke permukiman warga pada Sabtu pagi dan masih menggenangi ratusan rumah warga setempat akibat luapan Sungai Tanggul," katanya.

Rofiq mengatakan tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang tersebut, namun BPBD Jember terus memperbarui data warga yang terdampak bencana tersebut.

Selain menggenangi rumah warga, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember menyebabkan pondasi jembatan jalur lintas selatan (JLS) di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, ambles akibat tergerus derasnya air sungai setempat.

Tulang Yang Ditemukan di Madiun Dipastikan Fosil Gajah Purba Langka

"Banyaknya jumlah kejadian yang terjadi dalam waktu bersamaan tidak sebanding dengan jumlah personel dan alat yang dimiliki oleh BPBD, sehingga mengakibatkan penanganan bencana di beberapa lokasi terlambat," tukas Rofiq.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho