Petugas Damkar Klaten mengevakuasi sarang tawon ndas di Kemiri, Kradenan, Trucuk, Sabtu (18/2/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar mencatat ada delapan warga yang terkena serangan tawon ndas atau Vespa affinis sepanjang Januari-November 2019.

Satu dari delapan korban serangan tawon itu sempat dirawat di rumah sakit. Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Jumat (29/11/2019), permintaan pemusnahan sarang tawon ndas pada November ini di Karanganyar terhitung tinggi.

Hal ini diduga karena tawon ndas mulai bertelur pada musim peralihan kemarau ke penghujan. Banyak tawon ndas yang membangun sarang di kebun maupun rumah warga.

Tak kurang dari 50 laporan permintaan pemusnahan sarang tawon ndas masuk ke SAR, Damkar, dan Relawan Karanganyar. Tim SAR Karanganyar setiap harinya selalu mendapatkan laporan minimal satu keberadaan sarang tawon ndas pada November ini.

Protes PT RUM, PCM Selogiri Wonogiri Siapkan Aksi Demo Besar-Besaran

Sedangkan dari kalangan Relawan Karanganyar hingga Kamis (28/11/2019) telah memusnahkan 21 sarang tawon. Pemadam Kebakaran Karanganyar juga memusnahkan enam sarang tawon hingga Jumat (22/11/2019).

Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan personelnya sudah memiliki keahlian menaklukkan satwa berbahaya. Menurutnya, kawasan yang paling banyak dilaporkan terdapat sarang tawon ndas yakni Karanganyar, Tasikmadu, Kebakkramat, Colomadu, dan Gondangrejo.

Berdasarkan data Satpol PP, total terdapat delapan kasus orang tersengat dan satu orang harus menjalani rawat inap.

“Sampai saat ini ada delapan yang tersengat tapi cuma satu yang harus opname. Bulan ini memang sudah banyak tapi belum ramai. Sekarang masih baru dua sehari. Tapi kalau pas sudah ramai, bisa sehari ada lima laporan yang harus ditangani,” ucapnya kepada wartawan, Jumat.

564 Pelamar CPNS Boyolali Gugur di Seleksi Administrasi

Kurniadi menjelaskan warga yang menemukan keberadaan sarang tawon ndas di lingkungan mereka dianjurkan langsung menghubungi pemadam kebakaran Karanganyar.

Dia meminta warga tidak melakukan pemusnahan sarang tawon secara mandiri lantaran sengatan hewan tersebut berbahaya dan bisa memicu kematian.

“Kalau ada langsung lapor jangan dievakuasi sendiri. Berbahaya. Kami siap menangani nanti,” beber dia.

Sebelumnya, Tim SAR Kabupaten Karanganyar lakukan operasi tangkap tawon (OTT) di sejumlah tempat di Karanganyar, Rabu (27/11/2019) malam. Berdasarkan OTT tersebut, empat sarang yang salah satunya menyengat pemilik rumah berhasil dimusnahkan.

Koordinator SAR Wilayah Kebakkramat, Sarijo, mengatakan pada peralihan musim, banyak laporan masuk lantaran populasi tawon ndas yang meningkat.

“Setiap hari pasti ada laporan. Memang sedang musimnya untuk reproduksi, jadi populasinya meningkat,” ucap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten