8 Penyakit Kronis Penyerap Dana Terbesar BPJS Kesehatan

Inilah delapan penyakit kronis yang menyerap dana paling banyak dari iuran BPJS Kesehatan di Indonesia.

 Ilustrasi logo BPJS Kesehatan. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi logo BPJS Kesehatan. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)

Solopos.com, SOLO – Menjadi peserta BPJS Kesehatan membuat masyarakat Indonesia terlindungi jika mengalami penyakit kronis berbiaya besar. Sebab, biaya pengobatan penyakit peserta BPJS Kesehatan terjamin meski menyerap dana terbesar.

Saat ini, ada 223.009.215 orang yang telah terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan nasional atau JKN yang diselenggarakan negara. Peserta mendapat pelayanan terbaik untuk berbagai penyakit dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Dengan demikian, setiap orang yang menjadi anggota JKN tidak perlu khawatir lagi jika mengalami penyakit apapun. Dia bakal mendapat pelayanan kesehatan terbaik dengan harga terjangkau.

Nah tahukah Anda penyakit apa saja yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia serta dana yang paling banyak diserap dari BPJS Kesehatan? Berikut perinciannya berdasarkan data dari BPJS Kesehatan sepanjang Januari-Agustus 2018:

2 Warga Solo Diisolasi di RS Moewardi, Kena Virus Corona?

Sakit jantung: Rp6,67 triliun sekitar 51,99%

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Di Indonesia, jenis penyakit jantung yang paling banyak terjadi adalah jantung koroner.

Penyakit kronis ini sering disebut silent killer atau pembunuh tak bersuara. Banyak orang seringkali tidak menyadari penyakit ini, sampai mereka mengalami gejala serangan jantung atau gagal jantung. Penyakit inilah yang menyerap dana terbesar dari peserta BPJS Kesehatan.

Gagal ginjal: Rp1,50 triliun sekitar 11,72%

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah penderita penyakit gagal ginjal di Indonesia sekitar 0,2% dari total penduduk. Jumlahnya terus meningkat hingga mencapai lebih dari 50.000 pada 2016.

Santri-Kiai Grobogan Meninggal Tenggelam di Lubang Bekas Galian C Akibat Kepeleset Saat Cuci Kaki

Kanker: Rp2,11 triliun sekitar 16,46%

Menurut data Kementerian Kesehatan, ada 136,2 penderita kanker per 100.000 penduduk di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia berada di urutan kedelapan di Asia Tenggara penderita kanker tertinggi dan di nomor 23 se-Asia.

Kanker paru-paru menjadi yang tertinggi dialami pria di Indonesia, dengan perbandingan 19,4 per 100.000 penduduk. Angka kematiannya 10,9 per 100.000 penduduk.

Sedangkan kanker tertinggi yang dialami wanita adalah kanker payudara dengan perbandingan 42,1 per 100.000 penduduk. Angka kematiannya mencapai 17 per 100.000 orang.

Sopir Ceroboh Jip Merapi Lava Tour Dihukum Tak Boleh Ngaspal Sebulan

Strok: Rp1,62 triliun sekitar 12,65%

Strok terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan. Dalam beberapa menit sel-sel otak mulai mati jika tidak mendapat pasokan darah pengangkut oksigen yang cukup. Jadi, penyakit ini dapat mengancam hidup seseorang dan berpotensi menimbulkan kerusakan permanen.

Thalassemia: Rp298 miliar Rp2,32%

Thalassemia merupakan kelainan darah yang diwariskan orang tua. Penyakit ini membuat penderitanya mengalami anemia dengan keluhan cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak napas.

Jadwal Pemadaman Listrik di Sragen, Selasa (10/3/2020)

Hemophilia: Rp213,95 miliar sekitar 1,67%

Penyakit yang tidak terlalu dikenal masyarakat ini ternyata diderita 20.000 sampai 25.000 orang di Tanah Air. Secara global, setidaknya da 400.000 orang yang menderita penyakit ini. Hemophilia juga menjadi salah satu penyakit pemakan dana terbesar BPJS Kesehatan.

Hepatitis: Rp209 miliar sekitar 1,83%

Sesuai data hasil Riskedas 2014, diperkirakan 10 dari 100 orang Indonesia terinfeksi hepatitis B atau C. Artinya, ada 28 juta penduduk yang terinfeksi hepatitis B dan C. Sebanyak 14 juta di antaranya berpotensi menjadi kronis hingga berlanjut ke kanker hati. Hal ini menjadikan Indonesia berada di tempat kedua se-Asia Tenggara dengan jumlah kasus hepatitis B tertinggi.

Selain Kakbah, Shofa Marwah Ditutup Gara-Gara Corona?

Leukemia: Rp199,3 miliar sekitar 1,55%

Leukemia alias kanker darah terjadi akibat tubuh memproduksi sel darah putih lebih banyak sehingga mengganggu fungsi tubuh melawan infeksi.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Mahkamah Agung atau MA membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Kini, besaran iuran peserta BPJS Kesehatan kembali seperti semua.

Peserta BPJS Kesehatan kelas III cukup membayar iuran sebesar Rp25.500. Peserta kelas II Rp51.000 sedangkan Rp80.000 adalah tarif iuran peserta BPJS Kesehatan kelas III.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Arti Mimpi Dikejar Anjing Memiliki Pertanda Baik dan Buruk

      Tak selalu menakutkan, berikut ini arti mimpi dikejar anjing.

      Menakar Untung Rugi Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan

      Pengenaan cukai untuk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) ini memiliki dua tujuan mulia yaitu untuk tujuan menjaga kesehatan penduduk Indonesia serta memberi tambahan pemasukan negara.

      Ketahui Dampak Buruk saat Anak Terpapar Gula Tambahan Terlalu Dini

      Orang tua patut lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman dalam kemasan yang baik untuk dikonsumsi buah hati agar anak tidak terkena dampak buruk terpapar gula tambahan. 

      Ukuran Payudara Besar Lebih Berisiko Terkena Kanker Ternyata Hanya Mitos

      Kenali gejala, faktor risiko, dan juga sederet mitos dari kanker payudara.

      Arti Mimpi Melahirkan Bukan Pertanda Buruk

      Arti mimpi melahirkan sangat beragam tergantung kondisi Anda saat mendapatkan bunga tidur itu.

      Akhir Petualangan Serigala Berbulu Domba, Ayah Sejuta Anak yang Menjual Anak

      Suhendra sempat mendapat julukan sebagai “Ayah Sejuta Anak” karena menampung 55 bayi yang kelahirannya di dunia tidak diinginkan orang tuanya. Namun, ia akhirnya ditangkap polisi karena terlibat kasus penjualan anak.

      Tips Menabung agar Gaji Tidak Menguap

      Agar gaji tidak menguap begitu saja, sebaiknya terapkan tips menabung berikut ini.

      Doa yang Dibaca saat Rabiul Awal, Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW

      Berikut ini terdapat doa yang dibaca saat Rabiul Awal, bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

      Khutbah Jumat Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

      Berikut ini terdapat contoh teks khutbah Jumat bertemakan tentang hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW.

      Begini Cara Mempersiapkan Keuangan untuk Menghadapi Resesi Global

      Ketahui sejumlah langkah mempersiapkan keuangan untuk menghadapi resesi global.

      Beginilah Arti Mimpi tentang Naga yang Perlu Diwaspadai

      Ketahui sejumlah arti mimpi terkait naga berikut ini.

      Anak Muda Percayai Media Sosial untuk Segala

      Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut anak muda kini lebih banyak mencari informasi melalui media sosial sebagai sumber dari segala sumber.

      Kenali Manfaat Lari seperti Dilakukan Gisella Anastasia

      Penelitian telah membuktikan bahwa lari punya segudang manfaat bagi tubuh, baik untuk kesehatan fisik maupun mental.

      Kenali Tanda Tubuh Kelebihan Gula

      Kenali tanda tubuh kelebihan gula sebelum terlambat.

      Waspada Child Grooming, Pintu Masuk Predator Seksual Perdayai Korban

      Child grooming merupakan modus predator seksual untuk memperdayai targetnya yang masih anak-anak. Child grooming menjadi pintu masuk predator seksual beraksi dengan mengincar anak di bawah umur.

      Para Perokok, Perhatikan Ini Demi Kesehatan Anak dan Keluarga

      Pada acara talkshow dalam rangka World Lung Day atau Hari Paru Sedunia 2022, yang digelar Solopos Media Group (SMG) bersama Rumah Sakit (RS) UNS Solo, dijelaskan beberapa pemahaman mengenai penyakit paru