8 Batang Kayu Sonokeling Rp650 Juta Dicuri dari Hutan Bulu Sukoharjo

Pembalakan liar terjadi di Bulu, Sukoharjo, delapan batang kayu sonokeling senilai total Rp650 juta dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.

 Ketua LAPAAN RI BRM Kusumo Putro menunjukkan bukti-bukti terjadinya pencurian kayu di kawasan hutan lindung di Desa Gempeng, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Selasa (7/12/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Ketua LAPAAN RI BRM Kusumo Putro menunjukkan bukti-bukti terjadinya pencurian kayu di kawasan hutan lindung di Desa Gempeng, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Selasa (7/12/2021). (Solopos/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Delapan batang kayu sonokeling di kawasan hutan Desa Gempeng, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, dicuri orang tak bertanggung jawab. Saat ini, kasus pembalakan liar tersebut sudah dilaporkan ke polisi dan masih dalam proses penyelidikan.

Praktik illegal logging tersebut terungkap berdasarkan temuan Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (LAPAAN) RI. Dari penelusuran LAPAAN RI, sedikitnya delapan batang kayu sonokeling yang dicuri dari hutan lindung di Bulu.

Dengan jual kayu sonokeling itu saat ini, perkiraan kerugian akibat pencurian delapan batang kayu itu mencapai Rp650 juta. Ketua Umum LAPAAN RI, BRM Kusumo Putro, mengatakan sudah menelusuri dengan mengecek lokasi pohon yang ditebang.

Ia juga mengklaim mengantongi data-data bukti terkait pemalsuan dokumen perizinan dan kuitansi transaksi oleh pelaku dan penadah. Bermodalkan bukti tersebut, ia mewakili masyarakat sudah melaporkan kejadian kayu yang dicuri di Bulu, Sukoharjo, itu ke Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta pada Oktober 2021 dan mendesak segera ada tindakan hukum.

Baca Juga: Jadi Tempat Ngumpul PGOT, Rumah di Gembongan Kartasura Disegel

“Kami sudah melaporkan dan berkomunikasi dengan Perhutani. Kami tunjukkan bukti-buktinya, ada kuitansi, tanda tangan palsu warga, dan tanda tangan serta stempel basah sejumlah pejabat yang diduga palsu,” ujarnya ketika ditemui wartawan, Selasa (7/12/2021).

Pemalsuan Dokumen

Kusumo mendesak segera ada tindakan hukum terhadap kasus ini karena sudah ada unsur pemalsuan dokumen dan pembalakan hutan lindung yang menyebabkan kerugian negara. Ia menambahkan kasus illegal logging merupakan kasus khusus dan ia berharap bisa segera ditindaklanjuti.

Berdasarkan perkiraan, kayu-kayu yang dicuri diperkirakan bernilai Rp60 juta per kubik. “Pasalnya sudah jelas, siapa pun yang terlibat dapat dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Memalsukan dokumen juga bisa dijerat dengan pasal 263 KUHP dengan ancaman delapan tahun penjara. Kami sudah bantu petunjuknya dan kami harap pihak berwajib bisa segera menindaklanjuti,” jelasnya.

Baca Juga: 23 Adegan Rekonstruksi Ungkap Proses Pembuangan Bayi Nguter Sukoharjo

Sementara itu, Wakil Administratur KPH Surakarta, Susilo Winardi, membenarkan adanya laporan delapan batang kayu jenis sonokeling dicuri dari  hutan lindung kawasan Bulu, Sukoharjo. Ia juga membenarkan laporan itu dari LAPAAN RI.

“Benar terjadi praktik tersebut dan kami sudah tindaklanjuti dengan mengecek lokasi dan benar ada bekas pembalakan pohon. Lokasinya di petak 5-2 RPH Cubluk,” ucapnya ketika dihubungi Solopos.com, Rabu (8/12/2021).

Masih Penyelidikan

Terkait langkah hukum, Perhutani mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bulu pada awal Oktober 2021 dengan nomor aduan 01/IX/2021/Jateng/Res Skh/10. Lantaran kewenangan tindakan hukum ada di tangan polisi, Perhutani saat ini masih menunggu laporan perkembangan kasus.

Baca Juga: Akui Salah, Bakul Tengkleng Viral Solo Baru Mulai Benahi Cara Berjualan

“Kami sudah menanyakan perkembangan kasusnya sampai mana dan sudah dijawab masih dalam penyelidikan oleh Polsek Bulu. Sudah ada proses klarifikasi. Untuk proses hukum kami tidak bisa intervensi karena kewenangan ada di kepolisian. Kami masih menunggu perkembangan kasus ini,” terangnya.

Sebelumnya berdasarkan catatan Solopos.com, praktik illegal logging di Kecamatan Bulu juga sempat terjadi pada Maret 2021 silam. Sejumlah pohon di kawasan hutan lindung saat itu diketahui dibabat orang tak bertanggung jawab. Pada pertengahan Maret 2021, polisi memeriksa lima orang saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wedang Ronde Porsi Jumbo di Sukoharjo, Murah dan Menghangatkan

Wedang ronde porsi jumbo dengan harga murah dan segar dapat dibeli di warung milik pria asal Sukoharjo.

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.

Waduh! Pasar Tanjung di Klaten Sepi, Pembeli Kecele

Sejumlah pembeli kecele saat datang ke Pasar Tanjung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Senin (17/1/2022) pagi.

+ PLUS Piala Dunia U-20 Jadi Momen Emas Eksplorasi Sport Tourism di Kota Solo

Datanganya wisatawan domestik dan mancanegara saat gelaran Piala Dunia U-20 pada 2023 bisa menjadi momen emas untuk pengoptimalan potensi destinasi sport tourism di Kota Solo.

Hipmi Boyolali Punya Ketua Baru, Program ke Depan Ingin Dampingi UMKM

Anggota Hipmi Boyolali sekitar 40 orang, terdiri dari pengusaha jasa kontruksi, pengusaha apotek, pengusaha tempat wisata, kuliner, peternak, konter, dan lain-lain.

Ini Lo Penyebab Retribusi di Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan

256 pedagang di Pasar Tanjung, Juwiring, Klaten, Jateng mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi karena memprotes kenaikan retribusi ugal-ugalan pada awal 2022.

Retribusi Pasar Tanjung Klaten Naik Ugal-Ugalan, Bakul Mogok Berjualan

Sebanyak 256 pedagang di Pasar Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendadak mogok berjualan di pasar setempat, Senin (17/1/2022) pagi.