8.207 Pemudik di Sukoharjo Wajib Karantina Mandiri
Ilustrasi mudik. (Solopos/Whisupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Sebanyak 8.207 pemudik tiba di kampung halaman masing-masing di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sesuai protokol kesehatan, pemudik di Sukoharjo harus menjalani karantina mandiri, apalagi mayoritas datang dari wilayah zona merah Covid-19, seperti Jakarta.

Masa karantina mandiri yang harus dijalani pemudik di Sukoharjo adalah 14 hari. Sebagian pemudik itu tiba di kampung halaman dari Jakarta dan sekitarnya menumpang bus dan kereta api.

Sebagian pemudik yang tiba di Terminal Kartasura dan Sukoharjo telah dicek kesehatannya oleh anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo. Pengecekan kesehatan melibatkan tim medis dan aparat kepolisian.

Maret 2020, Pasien ISPA di Puskesmas Sragen Naik hingga Ratusan Orang

"Jika ada pemudik yang demam, batuk, dan pilek bakal diarahkan untuk diperiksa di puskesmas atau rumah sakit," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Gani Suharto, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (6/4/2020).

Menurut Gani, jumlah pemudik yang telah tiba di Sukoharjo sebanyak 8.207 orang. Mereka tersebar di 12 kecamatan se-Sukoharjo. Wilayah Bulu menjadi daerah paling banyak dituju pemudik yang jumlahnya lebih dari 1.000 orang.

Pemantauan

Setibanya di kampung halaman, pemudik di Sukoharjo itu wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Proses karantina mandiri pemudik Sukoharjo itu nantinya diawasi oleh Ketua RT setempat.

Pemudik Berkurang, Posko Kesehatan di Teriminal Wonogiri Tutup

"Ketua rukun tetangga bakal memantau para perantau yang melakukan karantina mandiri di rumah. Mereka juga bakal melaporkan kondisi kesehatan setiap perantau," papar Gani Suharto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Djoko Indrianto, mengatakan bakal memperketat pemantauan terhadap pemudik menggunakan bus. Permasalahannya, tidak semua pemudik turun di terminal.

Tiba di Solo, 7 Pemudik Langsung Diangkut ke Posko Covid-19

Sebagian besar pemudik memilih turun di pinggir jalan lantaran lebih dekat dengan rumah. Hal ini menyebabkan petugas kesulitan memeriksa kondisi pemudik.

"Misalnya, perantau yang mudik ke Nguter atau Bulu. Mereka tidak turun di Terminal Sukoharjo melainkan sepanjang Jalan Solo-Wonogiri. Petugas kesulitan memeriksa kondisi kesehatan pemudik yang turun di pinggir jalan," kata dia.

Meski demikian, semua pemudik yang tiba di Sukoharjo harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Hal ini wajib dilakukan guna menekan kasus pennularan virus corona.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho