79 Anggota Polres Blora Jalani Tes Kejiwaan, Ada Apa Ini?
Anggota Polres Blora saat menjalani tes kejiwaan untuk mendapatkan izin membawa senjata api di Mapolres Blora, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2020). (Solopos.com.-Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, BLORA – Sebanyak 79 aparat Polres Blora, Jawa Tengah menjalani tes kejiwaan atau tes psikologi untuk mendapat izin membawa senjata api. Tes tersebut digelar di Aula Arya Guna, Mapolres Blora, Jumat (7/8/2020).

Kepala tim pelaksana tes dari Biro SDM Polda Jateng, AKP Ahmad Dartono, mengatakan setiap anggota Polri yang akan dan telah membawa senjata api wajib menjalani tes kejiwaan.

“Tes psikologi in wajib bagi calon maupun yang telah memegang senja api,” kata Dartono dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Sabtu (8/8/2020).

KPK Panggil Bupati Blora, Terkait Kasus Apa?

Apabila dalam tes kejiwaan tersebut, lanjut Dartono ada aparat Polri yang tidak memenuhi syarat, maka anggota itu tidak diizinkan membawa senjata api, terlebih lagi menggunakannya.

Sementara itu Kapolres Blora AKBP, Ferry Irawan, melalui Kabag Sumda, Kompol Rubiyanto, mengatakan Polres Blora selalu taat terhadap aturan tersebut.

“Apabila ada yang tidak lulus tes psikologi, maka senjata api tidak diberikan. Bahkan jika sudah membawa akan kita tarik,” ujar Kompol Rubiyanto.

Wajib Tahu! Ini Kamus Pintar Bahasa Wong Sragen, Biar Gak Gagal Paham

Lebih lanjut Kompol Rubi menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan untuk menguji kondisi kejiwaan setiap anggota pemegang senjata. Selain itu, juga untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosi para anggota kepolisian di Polres Blora.

Menurutnya,tidak semua anggota kepolisian diperbolehkan memegang senjata api. Ada beberapa kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi anggota Polri untuk membawa senjata api.

Gunung Sinabung Erupsi Lagi Setelah 1 Tahun "Tidur"

Dalam kesempatan itu, Rubi juga berharap anggota yang memegang senjata api untuk tidak menyalahgunakan. Ia juga minta para anggota Polres Blora untuk merawat kebersihan senjata api miliknya dan menyimpan dengan rapi.

“Jangan sampai senjata api itu hilang atau disalahgunakan,” tuturnya.

 

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom