7 Warga Giritontro Wonogiri Keracunan, Diduga Akibat Makan Siomay
Ilustrasi keracunan. (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI – Tujuh warga Dusun Gentung, Desa Ngargoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri keracunan diduga akibat memakan siomay.

Saat ini empat dari tujuh orang itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Maguan Husada, Kecamatan Parcimantoro, Wonogiri. Sementara itu tiga orang lainnya menjalani rawat jalan.

Camat Giritontro, Fredy Sasono, mengatakan dugaan keracunan bermula saat dua warga Gentung, A dan K, membeli siomay di salah satu warung di Kecamatan Pracimantoro, Kamis (22/10/2020) sore.

Gempa M 5,9 Terjadi di Pangandaran, Guncangan Terasa hingga Cilacap

Keduanya menyantap siomay langsung di tempat itu. Mereka juga membungkus tiga porsi siomay untuk dibawa pulang.

Setelah sampai di rumah, menurut dia, dua bungkus siomay dimakan tiga anggota keluarga mereka. Kemudian, satu bungkus lainnya diberikan kepada tetangganya. Tetangga yang memakan siomay itu berjumlah dua orang.

Diare

Pada Jumat (23/10/2020) pagi, dua warga Giritontro mulai mengalami gejala keracunan berupa pusing dan diare. Mereka berdua lantas pergi ke Puskesmas terdekat untuk memeriksakan kondisi.

4 Gedung Rusak Berat, Penyebab Kebakaran Pabrik di Kalijambe Sragen Belum Terungkap

Lima orang lainnya yang menyantap siomay tersebut ternyata juga mengalami gejala keracunan yang sama. Pada Jumat siang, mereka dibawa ke RS Maguan Husada.

"Informasi dan kronologinya seperti itu. Namun apakah benar mereka keracunan memakan siomay masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari tenaga kesehatan," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (25/10/2020).

Menurut Fredy, ketujuh warganya yang mengalami keracunan itu berusia anak-anak, dewasa, dan orang tua. Hingga Minggu pagi, keempat warga yang dirawat di rumah sakit diduga akibat keracunan simoay belum diizinkan pulang ke rumah.

Tips Aman Wisata di Tengah Pandemi

Dugaan Keracunan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Adhi Dharma, menerima laporan adanya warga Giritontro yang keracunan pada Jumat malam. Petugas kesehatan di Puskesmas setempat sudah melakukan pemeriksaan epidemiologi dan mengambil sampel untuk diuji di laboratorium.

Menurut Adhi, saat ini belum bisa dipastikan penyebab tujuh orang di Giritontro itu mengalami sakit yang gejalanya hampir sama. Namun, jika dilihat dari gejala klinis, ada kemungkinan mereka mengalami keracunan makanan atau infeksi. Makanan yang dimaksud, lanjut dia, terinfeksi bakteri atau jamur.

"Kalau dilihat dari kejadiannya cukup cepat. Maka kemungkinan disebabkan dari bakteri. Saat ini sampel makanan sudah diambil petugas. Setelah hasilnya keluar baru busa terdeteksi. Satu pekan hasil pemeriksaan jadi," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom