Kategori: Leisure

7 Tips Membeli Rumah Lewat KPR Agar Tidak Menyesal


Solopos.com/Yanita Petriella

Solopos.com, JAKARTA -- Kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu cara bagi masyarakat agar bisa punya rumah. Namun, untuk membeli rumah dengan cara KPR, penting untuk mempelajari terlebih dahulu seluk-beluk bank pemberi KPR yang akan dipilih.

Pasalnya, apabila sudah sekali menjatuhkan pilihan pada bank tertentu, akan menjadi mitra dalam waktu yang cukup panjang atau bahkan seumur hidup. Untuk itu, agar tidak menyesal kemudian, pilihlah bank yang memberikan keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga: Ingin Rumahmu Terlihat Unik? Catat 7 Pajangan Dinding Ini

Ada beberapa tips penting yang harus diperhatikan sebelum memilih bank KPR seperti dikutip Bisnis.com dari 99.co:

Reputasi Bank
Reputasi atau kredibilitas bank dan tingkat kepercayaan menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan sebelum memilih bank untuk pengajuan KPR. Untuk dapat mengetahui bank mana yang paling recommended untuk dipilih ini bisa menanyakan hal tersebut kepada agen properti atau developer.

Segmentasi Pasar
Setiap bank memiliki segmentasi pembiayaannya. Sebelum mengajukan KPR, segmentasi pembiayaan ini cukup penting untuk diketahui. Oleh karena itu, diperlukan kriteria pembiayaan bank yang hendak diajukan KPR. Hal ini bisa menghindari dari penolakan pengajuan karena harga properti yang diajukan tidak sesuai dengan segmen pembiayaan yang dicari bank.

Uang Muka Dicicil Beberapa Kali

Persyaratan
Persyaratan pengajuan KPR yaitu KTP, NPWP, slip gaji, status karyawan, jumlah rekening terakhir di bank, dan lain sebagainya. Carilah bank yang cukup fleksibel untuk membantu melengkapi berbagai persyaratan itu.

Kemampuan Membayar
Rata-rata bank mensyaratkan yang hendak mengajukan KPR untuk minimal membayar 30 persen uang muka dari harga properti yang dibeli walaupun secara teori bank diizinkan memberi down payment (DP) 0 persen. Carilah properti yang memungkinkan uang mukanya dicicil beberapa kali.

Baca Juga: Menata Interior Properti Untuk Bangkitkan Semangat Baru

Bunga KPR
Penting untuk ditanyakan apakah bunga yang diberlakukan bank pengajuan KPR adalah sistem tetap (fixed) atau dinamis (float). Hindari memilih bank yang terlalu cepat menaikkan suku bunga ketika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-7 Day Reverse Repo Rate) naik. Pilih bank yang memberi tahu kenaikan bunga dan baru akan membebankan pada bulan berikutnya.

Bandingkan dengan Bank Lain

Negosiasi Harga Rumah dengan Bank
Saat memilih bank, perlu melakukan negosiasi appraisal harga rumah. Rumusnya yaitu luas tanah x harga pasaran + luas bangunan x harga pasaran + harga strategis. Jika perhitungan ini dinilai masih kurang, lakukan perbandingan dengan bank terdekat untuk mendapatkan nilai yang sepadan. Lakukan tawar menawar sebaik mungkin. Selain itu, negosiasi batas kredit. Sebab, ada bank yang menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, akan tetapi ada pula bank yang perhitungannya dari rata-rata gaji.

Perhatikan Biaya Administrasi
Berbagai biaya administrasi yang harus dibayar adalah biaya provisi, administrasi bank, notaris/PPAT, pengecekan sertifikat, pengikatan jaminan, balik nama, dan biaya asuransi jiwa kredit dan kerugian kredit. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui biaya-biaya ini agar pengaturan cash flow pembayaran uang muka rumah menjadi lebih mudah.

Share
Dipublikasikan oleh
Ivan Indrakesuma