7 ODP dan 250 PP di Sragen Dipantau Terkait Corona
Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 250 pelaku perjalanan (PP) di Sragen dipantau terkait corona. Hal tersebut dijelaskan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada Solopos.com, Sabtu (21/3/2020).

Sampai saat ini, Bupati Sragen menegaskan belum ada kasus positi corona di wilayahnya. Dengan demikian status Sragen masih waspada sekaligus darurat virus corona.

“Status Sragen masih waspada dan darurat, belum ada pasien dengan pengawasan (PDP) dan belum ada yang positif Covid-19,” ujar Bupati didampingi tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sragen, Sabtu (21/3/2020).

Virus Corona Tak Pandang Bulu, Siapapun Bisa Tertular Penyakit Covid-19

Bupati Yuni menambahkan, ada 250 orang pelaku perjalanan dan tujuh ODP di Sragen. Pelaku perjalanan (PP) merupakan orang yang baru datang dari luar negeri atau daerah terjangkit corona.

“Sampai hari ini jumlah PP yang tercatat di DKK [Dinas Kesehatan Kabupaten] sebanyak 250 orang dan jumlah ODP sebanyak tujuh orang,” terang Bupati Yuni kepada Solopos.com di sela-sela sterilisasi Alun-Alun Sragen

Sebelumnya PP termasuk dalam ODP. Tetapi, pemerintah mengeluarkan istilah baru dengan kategori PP pada penanganan Covid-19.

Cek Fakta Virus Corona: 10 Informasi Sesat yang Sering Dipercaya

Status PP bisa meningkat menjadi ODP jika ditemukan gejala batuk, flu, demam, serta sulit menelan. ODP bisa meningkat statusnya menjadi PDP bila hasil laboratorium dan rontgen mengarah pada Covid-19.

Warga Diimbau Mengawasi PP dan ODP Sragen

Bupati Yuni mengimbau warga ikut aktif mengawasi PP yang meelakukan karantina mandiri. Dia juga meminta masyarakat saling mengingatkan, apalagi jika ada ODP Sragen di sekitar mereka. Meski demikian Bupati Yuni meminta warganya tidak mengintimidasi PP maupun ODP corona.

Bersihkan Mobil dari Virus, Perhatikan Bagian Ini

“Kami mengucapkan terima kasih atas kewaspadaan warga Sragen yang dengan sadar diri memeriksakan ke RSUD. Pengawasan PP ini dilakukan masyarakat sendiri. Mereka bukan diintimidasi. Mereka diam di rumah dan warga ikut mengingatkan bukan seperti daerah lain yang statusnya ODP tapi masih jagong,” ujarnya.

Diberitakan Soloposs.com sebelumnya ada delapan ODP di Sragen yang dinyatakan negatif corona. Empat di antara mereka yang dipulangkan Jumat (20/3/2020) dan Sabtu ini sebelumnya sempat diisolasi di RSUD Sragen serta RSUD Gemolong.

Sementara empat ODP Sragen lainnya telah dipulangkan lebih awal lantaran tidak dirawat dalam wakktu bersamaan setelah dinyatakan negatif corona.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho