7 Ibu Hamil Klaten Melahirkan Tanpa Bantuan Petugas Medis Selama Pandemi, Salah Satunya Berujung Kematian Si Bayi
Ilustrasi ibu hamil (Freepik)

Solopos.com, KLATEN -- Sedikitnya tujuh ibu hamil melahirkan tanpa bantuan petugas medis selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Klaten.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Klaten, Tuti Nurharyanti, mengatakan kasus kelahiran itu terjadi dalam rumah atau dalam perjalanan menuju pelayanan kesehatan.

“Kasus lahir brojol itu terjadi pada dua atau tiga bulan pertama [pandemi Covid-19 sejak Maret lalu]. Setelah itu tidak ada. Iya, lahir rumah [ketika proses kelahiran tanpa ada bantuan petugas medis]. Baru setelah kelahiran ke rumah sakit. Ada juga setelah kelahiran memberi tahu bidan desa,” kata Tuti kepada Solopos.com, Rabu (23/9/2020).

Kasus Covid-19 Boyolali Capai 753 Orang, 28 Pasien Meninggal Dunia

Dari tujuh kasus ibu hamil melahirkan tanpa bantuan petugas medis Klaten itu, ada satu kasus yang menyebabkan sang bayi meninggal dunia.

Hal itu lantaran proses kelahiran tidak normal dan sang ibu tak mengetahui umur kehamilannya. “Kondisi ibunya selamat,” jelasnya.

Jumlah kasus bayi lahir brojol itu meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, hanya ada satu atau dua kasus bayi lahir brojol, bahkan kadang tidak ada kasus dalam setahun.

Tak Ada Konvoi ke Plaza Manahan, PSHT Solo Apresiasi Anggotanya

Soal penyebab ibu hamil Klaten melahirkan tanpa bantuan medis, Tuti mengatakan beragam. Ada yang terlambat ke pelayanan kesehatan menyusul ada imbauan untuk tetap dalam rumah saja saat awal pandemi.

Tingkatkan Pelayanan

Ada pula yang tidak tahu perkiraan kapan hari kelahiran si bayi. “Beberapa kasus itu ada yang dari luar kota kemudian ke Klaten. Karena takut nanti dicurigai [terpapar virus corona], akhirnya takut keluar rumah untuk ke pelayanan kesehatan. Belum sempat ke pelayanan kesehatan sudah lahiran,” jelasnya.

Emoh Pindah, PKL Manahan Solo Pilih Libur Jualan Sampai Piala Dunia U-20 Rampung

Tuti mengakui pada dua bulan awal pandemi Covid-19 seluruh petugas kesehatan fokus menangani pasien Covid-19. Namun, setelah dua atau tiga bulan itu kembali ke pelayanan esensial yang lain selain Covid-19.

"Kami beberapa bulan ini meningkatkan kualitas lagi, kembali memberikan pelayanan,” ungkapnya.

Tuti juga menjelaskan belakangan para ibu hamil Klaten juga mulai rutin kembali memeriksakan kondisi kehamilan mereka. Pada awal pandemi, para ibu hamil cenderung takut mendatangi pelayanan kesehatan.

Resmi! KPU Boyolali Tetapkan Said-Irawan Paslon Tunggal Pilkada 2020

“Imbauan kami untuk ibu hamil jangan takut memeriksakan kehamilan minimal empat kali. Yang lebih penting, ibu hamil harus tetap mendapatkan dukungan dari suami atau keluarga. Karena pengawasan yang utama berasal dari keluarga baru petugas kesehatan,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom