7.308 Nakes di Sukoharjo Belum Dapat Jadwal Vaksinasi Covid-19
Infografis Vaksin Covid-19 (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi 7.308 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sukoharjo belum menemui kejelasan. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo masih menunggu kejelasan waktu pelaksanaan dan pengiriman vaksin.

Meski demikian, persiapan terus dilakukan daerah dengan mempersiapkan sasaran penerima vaksin. Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan belum melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari 2021.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama dilakukan di tiga kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu, yakni Kabupaten Semarang, Kota Semarang, dan Kota Solo. Sedangkan untuk Kabupaten Sukoharjo waktu pelaksanaanya masih menunggu kejelasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kronologi Farida Pasha "Mak Lampir" Meninggal Kena Covid-19

"Kami masih belum tahu kapan akan dilaksanakan vaksinasi di Sukoharjo. Kami hanya mendapat informasi Februari nanti, tapi tanggal pastinya belum ada kejelasan," kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com melalui telepon seluler pada Minggu (17/1/2021).

Satgas Covid-19 Sukoharjo rencananya akan melaksanakan vaksinasi tahap pertama terhadap 10 tokoh masyarakat. Nama-nama peserta tersebut masih dipersiapkan oleh petugas sebagai penerima pertama vaksin.

Alur Vaksinasi

Tahap pertama tersebut digelar sambil menunggu kejelasan waktu dan pengiriman vaksin virus corona dari provinsi. Sosialisasi juga dilakukan Satgas berkaitan dengan vaksinasi virus corona kepada masyarakat.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua akan dilakukan Satgas Sukoharjo dengan sasaran berbeda. Pada tahap ini peserta vaksinasi akan dilakukan terhadap 7.308 tenaga kesehatan (nakes). Perinciannya nakes berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 1.879 orang dan non-PNS sebanyak 5.429 orang.

"Tenaga kesehatan mendapat prioritas vaksinasi dari pemerintah. Tenaga kesehatan tersebut baik yang bertugas di fasilitas kesehatan pemerintah, non pemerintah dan industri," katanya.

Pandemi Covid-19, Terbelo di Wonogiri Laris

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo ini mempercayakan sepenuhnya vaksin yang akan diberikan ke warga di Sukoharjo pada pemerintah pusat. Sebab pemenuhan kebutuhan vaksin tersebut sepenuhnya diberikan oleh pemerintah pusat.

Sosialisasi dilakukan Satgas dengan melibatkan berbagai unsur seperti tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lainnya. Diharapkan mereka dapat berperan meningkatkan angka partisipasi vaksinasi virus corona kedepan.

Vaksinasi virus corona masih pada tahap awal dimana baru diberikan pada beberapa orang tertentu. Kedepan setelah dilakukan umum maka semua wajib mengikuti dan diharapkan tidak ada penolakan,” lanjutnya.

Yunia menjelaskan, untuk tahap awal vaksinasi virus corona sekarang diberikan sesuai instruksi pemerintah pusat pada batasan usia 18-59 tahun. Para penerima vaksin juga harus memenuhi syarat salah satunya tidak memiliki penyakit berat seperti jantung dan gagal ginjal.

Gunung Sepikul Sukoharjo Tutup Selama PPKM, Banyak Pengunjung Kecele

Protokol Kesehatan

Meskipun dilakukan vaksinasi, Yunia mengatakan yang terpenting masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak atau menjauhi kerumunan, dan rajin mencuci tangan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo, Iskandar mengatakan vaksinasi menjadi harapan baru bagi para nakes agar tidak tertular Covid-19. Sebab tak sedikit nakes yang waswas dan khawatir tertular Corona saat memberikan layanan kesehatan bagi pasien.

"Tenaga medis terus berjuang tidak mengenal waktu dan lelah untuk penanganan Covid-19. Jadi ketika divaksin memberikan harapan baru agar tidak tertular virus itu," katanya.

Cibeby, Miyabi Versi Indonesia

Dia mengatakan tenaga medis rentan terhadap penularan virus corona sehingga dalam memberikan pelayanan harus berkorban menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap seperti pakaian hazmat.

Para tenaga medis juga menahan panasnya menggunakan pakaian itu hingga berjam-jam. Sementara kini masyarakat semakin abai bahkan mobilitasnya semakin tinggi.

"Tenaga medis yang tumbang dan meninggal dunia akibat corona terus berjatuhan. Jangan sampai ada lagi tenaga medis yang meninggal karena terpapar corona," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom