7.000-an Unit Rumah Subsidi akan Dibangun di Boyolali, Wilayah Mana?

Di Boyolali akan dibangun lebih dari 7.000 rumah bersubsidi. Rumah tersebut akan tersebar di sejumlah kecamatan.

Rabu, 10 Agustus 2022 - 21:13 WIB Penulis: Nimatul Faizah Editor: Kaled Hasby Ashshidiqy | Solopos.com

SOLOPOS.COM - ilustrasi perumahan (Bisnis-Nurul Hidayat)

Solopos,com, BOYOLALI — Sekitar 7.107 unit rumah bersubsidi akan dibangun di Kabupaten Boyolali. Jumlah tersebut tersebar di berbagai wilayah yang berdekatan dengan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Kepada Bidang (Kabid) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Boyolali, Tulus Raharjo, mewakili Kepada DPKP Boyolali, Hendrarto Setyo Wibowo, mengungkapkan pembangunan perumahan bersubsidi itu bergeser dari Kecamatan Ngemplak. Pasalnya lahan di Ngemplak sudah hampir penuh.

Ia mengatakan pembangunan perumahan bersubsidi sudah mulai bergeser ke arah Sambi dan Klego karena di dua tempat tersebut telah terdapat pabrik.

“Sekitar 7.107 unit itu masih dalam proses rencana dan sudah ada di data kami. Rumah berusbidi itu nanti dibangun di Sambi, Simo, Klego, kemudian ada di Karanggede, tapi sedikit,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com di kantornya, Rabu (10/8/2022).

Tulus mengungkapkan dengan dibukanya pabrik di Sambi dan Klego mampu menarik pekerja dari luar kabupaten seperti dari Grobogan. Pembangunan perumahan bersubsidi itu untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal pekerja.

Baca Juga: Milenial Sulit Punya Rumah, Tak Ada Rumah Bersubsidi di Solo

“Di belakang pabrik yang di Klego itu rencananya ada sekitar 500-an unit yang akan dibangun. Saat ini baru persiapan untuk proses perizinan perumahan di sana,” jelas dia.

Lebih lanjut, Tulus mengungkapkan menurut data DPKP Boyolali, mulai 2015–Juli 2022 ada sekitar 5.871 unit rumah bersubsidi yang dibangun di Boyolali. Sebagian berada di Ngemplak. Perumahan itu ditinggal oleh warga yang kebanyakan bekerja di Solo, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.

“[Perumahan] yang sekitar Ngemplak itu berkembang ke arah barat seperti ke Sambi dan sebagian Simo. Sedangkan untuk pekerja di daerah Klaten dan sekitarnya bisa mengambil di wilayah Mojosongo dan Teras,” kata dia.

Kemudahan Akses jadi Prioritas

Tulus mengungkapkan area yang biasanya dicari para pengembang adalah wilayah yang memiliki akses mudah ke kota dan dekat dengan fasilitas umum seperti pasar dan sekolah.

Baca Juga: Ribuan Rumah Bersubsidi Akan Dibangun di Soloraya Tahun Ini

Ia mengungkapkan sejak 2017, Kecamatan Ngemplak banyak dilirik investor dan sudah seperti primadona perumahan baik subsidi maupun komersial.

“Kalau Ngemplak kan enggak begitu jauh dari Kota Solo dan dekat dengan pasar-pasar tradisional. Jadi perkembangan perumahan baik subsidi maupun komersial pesat, Secara jumlah lebih banyak yang subsidi karena biasanya komersial itu agak sulit untuk menjual,” terang dia.

Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Boyolali, Santi Mulya Dewi, mewakili Kepala DPMPTSP Boyolali, Purnawan Raharjo, menjelaskan mekanisme perizinan perumahan subsidi di Boyolali.

Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Santi Mulya Dewi, Senin (8/8/2022).(Solopos.com/Ni’matul Faizah)

“Sekarang kan lewat OSS [Online Single Submission], dan untuk perumahan bersubsidi di OSS juga dipermudah alias risikonya rendah,” kata dia.

Baca Juga: Pengembang Rumah Bersubsidi Soloraya Pilih Lahan di Pinggiran

Pemohon perizinan perumahan subsidi juga akan dibantu jika mengalami kesulitan. Seperti dalam  pendaftaran permohonan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pernyataan mandiri untuk Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan (SPPL).

Santi mengungkapkan pemerintah memang memberikan kemudahan bagi pengembang perumahan bersubsidi. Pengembang hanya cukup membuat pernyataan mandiri untuk SPPL. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali akan memantau untuk pengelolaan lingkungan hidupnya.

“Kemudian, ketika mereka mau membangun, harus memenuhi PBG [Persetujuan Bangunan Gedung] dan sekarang sistemnya online lewat SIMBG. Nanti DPUPR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] Boyolali yang memproses, setelah DPU selesai baru masuk ke sistem kami sehingga keluar PBG-nya,” kata dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Ini Syarat Teknis Menjadi Desa Wisata di Wonogiri 1 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Fakta-Fakta Warga Sukoharjo Olah Sampah Plastik Jadi BBM, Solar Dijual Murah 12 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Harga Tiket Nonton Panggung Hiburan Sekaten Solo, Denny Caknan Termahal 18 menit yang lalu

HEADLINE soloraya DLH Sragen Kini Punya Bank Sampah, Hasilnya Bisa untuk Bayar Retribusi  18 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Duh! Sedikitnya 52 Desa di Wonogiri Terdampak Serangan Kera Ekor Panjang 23 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Sekaligus Tonggak Sejarah Dakwah Islam 39 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Taman Irung Petruk Boyolali, Spot Selfie Melegenda di Kaki Merapi 53 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Sopir Ngantuk, Mobil Panther Masuk Selokan di Jalur Matesih-Karanganyar 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tabrak Anak SD, Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak Warga di Minahasa 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Dijajah Belanda, Tapi Tak Bisa Berbahasa Belanda 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Yuk, Tukar Botol Plastik Jadi Bibit Tanaman di DLH Sragen 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Beri Kode ke Danrem 052/Wijayakrama, Begini Jawaban Wali Kota Gibran 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pelatihan Desa Wisata Bakal Digelar Lagi, Desa di Wonogiri Diminta Bersiap 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya RSUD Sragen Bersolek, Anggarannya Capai Rp2,7 Miliar 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 29 September 2022 4 jam yang lalu