66 Sekolah DIY Belum Mengisi Data PDSS

66 Sekolah DIY Belum Mengisi Data PDSS

SOLOPOS.COM - Ilustasi pendidikan (JIBI/Dok)

Sekolah-sekolah itu diberikan waktu hingga Senin (12/2/2018) malam

Solopos.com, JOGJA-Panitia Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengundur waktu jatuh tempo pelaksanaan dan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) yang berada di bawah kendali panitia pusat SNMPTN. Penyebabnya, masih banyak sekolah yang belum melakukan finalisasi PDSS. Panitia Lokal (Panlok) DIY sendiri, telah mengidentifikasi ada 66 sekolah yang belum melakukan finalisasi.

Panlok DIY dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof. Margana menyatakan, sesuai dengan keputusan dari panitia pusat, untuk pengisian PDSS diundur hingga Senin (12/2/2018) sampai pukul 23.59 WIB karena masih banyaknya sekolah yang belum melakukan pengisiqn data PDSS.

Secara nasional jumlah sekolah yang belum mengisi tersebut mencapai 8.224 sekolah. Setelah diidentifikasi Panlok DIY menemukan ada 66 sekolah di DIY yang belum mengisikan data dari total 429 sekolah. "Banyak yang belum mengisi [PDSS], seluruh DIY, ada 429 sekolah belum mengisi 66 [sekolah]," terangnya, Sabtu (10/2/2018) malam.

Margana mengimbau kepada 66 sekolah di DIY yang belum mengisi PDSS agar memanfaatkan sisa waktu yang tersedia hingga Senin (12/2/2018) malam. Agar para siswa yang berminat masuk ke PTN melalui SNMPTN dapat terakomodasi dengan baik. "Kami mengimbau sekolah-sekolah di DIY yang belum melakukan pengisian PDSS SNMPTN, untuk segera mengisi dan melakukan finalisasi data sampai hari Senin malam," ungkap Guru Besar Linguistik UNY ini.

Ia menambahkan, setelah pengisian PDSS selesai, maka siswa dan sekolah akan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu pendaftaran yang akan dimulai pada 21 Februari hingga 6 Maret 2018. Saat pendaftaran itulah, sekolah dapat memasukkan jurusan dan kampus sesuai pilihan siswa. Oleh sebab itu, pada tahap pengisian PDSS ini belum dapat dideteksi jumlah calon pendaftar yang final memilih untuk masuk ke suatu perguruan tinggi.

Setelah pendaftaran, barulah panitia pusat akan melakukan seleksi selama satu bulan yang dimulai dari 14 Maret sampai 14 April 2018 lalu hasil seleksi dirilis pada 17 April 2018. "Untuk saat ini belum terdeteksi jumlah pendaftar ke tiap perguruan tinggi mana saja," ujarnya.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN Ravik Karsidi menyatakan, berdasarkan identifikasi dari berbagai menu bantuan yang disediakan panitia pusat, kendala yang dihadapi sekolah dalam melakukan pengisian dan finalisasi PDSS antara lain, perubahan akreditasi sekolah, nomor pokok sekolah nasional (NPSN) hingga lupa password. Sekolah yang belum mengisi data pada PDSS paling banyak di Jawa Barat dengan total 1.397 sekolah, Jawa Timur ada 1.118 sekolah, Jawa Tengah terdeteksi 830 sekolah, Sumatera Utara ada 588 sekolah disusul Banten 409 sekolah.

Dari data statistik perkembangan PDSS sampai  tanggal Jumat (9/2/2018) malam, yang telah mengisi PDSS sebanyak 17.889 sekolah. Adapun yang sudah  melakukan finalisasi sebanyak 10.152 sekolah dengan jumlah siswa yang datanya telah diisikan sebanyak 2.293.513.

"Sedangkan siswa yang telah melakukan verifikasi pada PDSS sebanyak 648. 104. Sampai pada tanggal 9 Februari 2018 [Jumat 9/2], masih ada sekolah yang belum  mengisikan data, non aktif sebanyak 8.224 sekolah," terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berumur Belum 1 Bulan, AirTag Apple Sudah Kena Retas

Kurang dari sebulan sejak peluncurannya Air Tag Apple sudah bisa diretas oleh peneliti keamanan asal Jerman.

Tegas! Bupati Karanganyar Usul Penanganan Covid-19 Serahkan ke Pemda Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan penanganan Covid-19 diserahkan kepada pemda setempat.

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.