657 Bangunan di Bantaran Rel Solo-Sragen Harus Dibongkar!

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 657 bangunan di bantaran rel kereta api (KA) yang menempati tanah PT KAI di wilayah Solo harus dibongkar karena terdampak proyek pembangunan jalur KA akses Bandara  Adi Seoamarmo Solo dan pembangunan jalur KA ganda lintas Stasiun Solo Balapan-Stasiun Kedungbanteng, Sragen.

Dari 675 bangunan tersebut, 243 bangunan di antaranya berdiri di tanah PT KAI wilayah Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo. Ratusan bangunan tersebut mesti dibongkar karena terdampak proyek pembangunan jalur KA akses Bandara.

Sedangkan 414 bangunan lain berada di wilayah Kelurahan Gilingan, Tegalharjo, Jebres, Jagalan, dan Pucangsawit, Solo, juga kudu dikosongkan karena bakal terdampak proyek pembangunan jalur KA ganda lintas Stasiun Solo Balapan-Stasiun Kedungbanteng.

Sekretaris tim terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam Rangka Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional Pembangunan Jalur KA akses Bandara dan jalur KA ganda lintas Stasiun Solo Balapan-Stasiun Kedungbanteng, Yuwono Wiarco, menegaskan sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 56/2017 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam Penyediaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional, warga tersebut mesti mengosongkan bangunan paling lama tujuh hari setelah menerima uang santunan.

“Pemilik bangunan di bantaran rel yang terkena konstruksi proyek mesti pindah setelah mendapatkan uang santunan. Pada prinsipnya warga diminta untuk bongkar sendiri. Tujuannya baik, agar mereka bisa pilah-pilah material bangunan yang mungkin bisa dipakai lagi,” kata Yuwono saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara pemberian uang santunan kepada warga bantaran rel yang terdampak proyek KA Bandara di Aula Kampus Pusat Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Senin (23/4/2018).

Yuwono menegaskan karena warga bantaran rel di wilayah Kadipiro sudah menerima uang santunan pada Senin ini, mereka mesti mengosongkan tanah PT KAI paling lambat pada Senin (30/4/2018). Sedangkan warga bantaran rel di wilayah Tegalharjo, Jebres, Jagalan, dan Pucangsawit harus membongkar bangunan lebih cepat karena mereka telah menerima uang santunan pada Sabtu (21/4/2018) lalu.

Sementara warga bantaran rel di wilayah Gilingan diberi deadline sama dengan warga Kadipiro karena mereka baru mendapat uang santunan pada Senin sore. Disinggung soal besaran uang santunan bagi warga terdampak  proyek strategis nasional tersebut, Yuwono menyebut nilainya berbeda-beda sesuai hasil penilaian dari tim appraisal independen.

Namun, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah tersebut memastikan proses penilaian tim appraisal tersebut menggunakan empat komponen pertimbangan, yakni biaya pembongkaran rumah, mobilisasi, sewa rumah, dan tunjangan kehilangan pendapatan.

“Warga itu sekarang istilahnya semakin diorangkan. Mereka selama ini kan sudah menempati lahan negara. Giliran akan pindah, warga masih diberi uang santunan. Jadi saya rasa uang santunan yang diberikan untuk mereka sudah sangat layak,” jelas Yuwono.

Salah satu warga bantaran rel di wilayah Kadipiro, Eko Yulianto, mengeluh uang santunan yang diberikan pemerintah ternyata jauh dari harapan. Dia menyebut uang santunan dari pemerintah senilai Rp7,59 juta jelas tidaklah cukup untuk membeli tanah atau rumah baru.

Uang tersebut hanya cukup untuk mengontrak selama setahun. Namun, Eko mengaku pasrah saja menerima uang santunan tersebut. Dia enggan protes karena takut malah tak diberi uang santunan. Eko menyadari selama ini hanya menumpang di tanah PT KAI.

“Saya terima saja. Kalau bisa usul, saya jelas ingin minta uang lebih banyak. Tapi kemungkinan besar tidak bisa,” kata Yuli yang selama ini menempati rumah seluas 18 meter persegi di bantaran rel wilayah Kadipiro.

Berikut sebaran bangunan terdampak proyek kereta bandara dan jalur ganda:
Kadipiro: 243 Bangunan
Pucangsawit: 146 Bangunan
Gilingan: 82 Bangunan
Jagalan: 53 Bangunan
Tegalharjo: 43 Bangunan
Jebres: 90 Bangunan

 

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.

1.681 Ibu Hamil di Kendal Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Wynee Frederica meminta ibu hamil yang ada di wilayahnya untuk tidak takut vaksinasi.

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Mendarat di Gurun Gobi, 3 Astronaut China Ditandu

Tiga astronaut China berhasil mendarat di Gurun Gobi, Jumat (17/9/2021), setelah perjalanan luar angkasa 90 hari.

5 Rumah Sakit di Sragen Punya Rapor Merah, Bupati Mencak-Mencak

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meluapkan kemarahannya setelah mendapati lima dari 10 rumah sakit di Bumi Sukowati mendapat rapor merah dari BPJS Kesehatan.

Antisipasi Lonjakan Kasus Akhir Pekan, Pemkot Jogja Siapkan Isoter

Penyiagaan isoter itu sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus di akhir pekan saat mobilitas masyarakat meningkat.

RSUD Sragen Kini Punya Generator Oksigen Mandiri, Nilainya Rp6,4 Miliar

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen kini memiliki generator oksigen secara mandiri yang dipasang dengan anggaran senilai Rp6,4 miliar.

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB