630.000 Orang Mengungsi Akibat Konflik Antaretnis di Kongo

630.000 Orang Mengungsi Akibat Konflik Antaretnis di Kongo

SOLOPOS.COM - Penduduk Tanganyika, Kongo, yang mengungsi akibat konflik antaretnis (Aljazeera.com)

PBB mengimbau pemerintah Kongo segera mengatasi krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Solopos.com, JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan Republik Demokratik Kongo (DRC) menghadapi bencana kemanusiaan. Pasalnya, saat ini negara tersebut tengah kisruh akibat kekerasan di wilayah Tanganyika yang membuat kehidupan sejumlah warga terancam.

Andrej Mahecic, juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR), mengatakan konflik antaretnis di Provinsi Tanganyika memicu pelanggaran hak asasi manusia.

Berdasarkan laporan, meningkatnya kekerasan antara suku Twa, Luba, dan kelompok etnis lainnya menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi untuk menyelamatkan nyawa. Sampai saat ini, sudah lebih dari 630.000 orang atau seperlima dari penduduk Tanganyika yang mengungsi.

UNHCR khawatir kekerasan itu akan semakin memanas dan mengancam nyawa warga sipil. Andrej Mahecic menambahkan mayoritas pelanggaran yang dilakukan terkait hak kepemilikan, yakni pemerasan, perampasan, dan pengerusakan. Ada juga sejumlah warga yang disiksa, diperkosa, hingga dibunuh.

“Bentrokan sengit itu terjadi antara angkatan bersenjata Kongo dan kelompok militan sejak akhir Januari 2018. Bentrokan ini membuat warga sipil sebagai korban. Sampai saat ini, sudah lebih dari 630.000 orang yang mengungsi dari Tanganyika,” kata Andrej Mahecic seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (20/2/2018).

Laporan soal lonjakan kekerasan di Tanganyika ini meningkat selama Februari 2018. Ada sekitar 800 laporan soal pelanggaran hak asasi di provinsi ini selama dua pekan terakhir.

Sejumlah orang yang berhasil melarikan diri kini mengungsi di dekat Kota Kalemie. Mereka menjadi saksi peristiwa mengerikan selama terjadinya serangan tersebut.

Anggota UNHCR lainnya, Andreas Kirchhof, mengatakan, konflik di Kongo ini merupakan yang paling parah. “Ini adalah krisis yang paling parah dan terus memburuk setiap tahunnya. Konflik ini terus meningkatkan kebencian di antara kelompok etnis tertentu,” katanya.

Andreas Kirchhof menambahkan konflik antaretnis ini terus meningkat sejak pertengahan 2016. Komite Penyelamatan Internasional mengatakan, lebih dati 400 desa hancur sepanjang Juli 2016 sampai Maret 2017.

Pada Oktober 2017 lalu, UNHCR melaporkan Kongo adalah rumah bagi 3,9 juta pengungsi. Sementara 600.000 pengungsi lainnya mencari perlindungan di beberapa negara Afrika. UNHCR mengimbau pemerintah Kongo mengatasi konflik berkepanjangan itu dan melindungi penduduk sipil.

Berita Terkait

Berita Terkini

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.

Ayu Maulida Kenakan Kostum Komodo di Panggung Miss Universe

Ayu Maulida terpilih sebagai Puteri Indonesia 2020 menggantikan Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull.

Pertanyaan TWK KPK: Pacaran Ngapain Aja?

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai disorot karena ada pertanyaan yang dianggap aneh.

Wisatawan di Tawangmangu Ramai, Persewaan Kuda Masih Sepi Peminat

Para penjaja jasa tamasya berkuda di Tawangmangu, Karanganyar, belum menangguk untung di saat wisatawan membanjiri salah satu kawasan wisata andalan Soloraya itu.