Pengasuh ponpes Miftahul Huda, Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Rembang, K.H. Cholid Nahrowi (berpeci putih), memeriksakan kesehatannya dalam pelayanan medis dan pengobatan gratis, Sabtu (17/11/2018). (Istimewa)

Solopos.com, REMBANG — Djarum Foundation bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Insan Negeri (YBIN) memberikan pelayanan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (17/11/2018).

Kegiatan tersebut diikuti santri dan warga sekitar sejumlah 627 orang. Pengasuh Ponpes Miftahul Huda, K.H. Cholid Nahrowi, mengapresiasi kegiatan yang digelar Djarum Foundation dan YBIN tersebut.

"Kegiatan ini sangat bagus, karena kesehatan merupakan hal yang sangat utama. Ada ungkapan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Oleh sebab itu, kami sangat mendukung dan tentunya kita semua mendukung terhadap program peduli kesehatan, " ujar sang pengasuh ponpes seperti dikutip pada siaran pers yang diterima Solopos.com, Minggu (18/11/2018).

Selain itu, pria yang akrab disapa Gus Cholid tersebut menekankan pentingnya menjaga kesehatan para santri melalui pola hidup seseorang dalam semua segala hal.

"Sebagai anak bangsa tentunya kita saling melengkapi dan mengisi. Seperti kegiatan layanan medis masyarakat Jateng yang digelar oleh Djarum Foundation bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Insan Negeri ini,'' papar Gus Cholid.

Selain para santri, pendidik, dan pengasuh ponpes, lanjut Gus Cholid, pelayanan kesehatan gratis itu juga terbuka bagi warga Lodan Wetan.

''Kami bersyukur selama ini para santri tidak ada yang terkena penyakit berat. Kalau umumnya memang gatal gatal, keluhan mata, dan flu. Semoga nanti penyakitnya hilang setelah diperiksa dan diobati oleh tim medis,'' kata dia.

Sementara itu, salah satu perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra, mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan satu rangkaian dari acara yang telah terjadwal selama satu tahun ini.

Saat ini, konsentrasi acara yang digelar dipusatkan pada beberapa ponpes di Jateng beserta masyarakat sekitarnya.

''Selain menggelar kegiatan pengobatan massal, kami menyelenggarakan operasi bibir sumbing dan katarak secara gratis. Harapannya, ponpes dan masyarakat sekitar bisa langsung mendapatkan manfaat khususnya pelayanan kesehatan,'' jelas dia.

Sedangkan Koordinator YBIN, dr. Mada Gautama memaparkan jumlah warga yang menderita hipertensi, serta kolesterol yang meningkat.

''Warga harus menerapkan pola makan sehat, mengurangi garam dan minum obat secara teratur, sehingga bisa sehat kembali,'' jelas dia.

Mada menambahkan walaupun sifatnya gratis, warga tetap mendapat pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar layanan kesehatan. ''Apabila ada pasien yang sakit serius, akan diberi rujukan, berobat langsung ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,'' kata dia.

Dalam pelayanan medis gratis yang digelar Djarum Foundation dan YBIN tersebut, tak kurang 627 warga dan para santri mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan umum. Tak sedikit pula yang memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut untuk mengecek gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten