60 Desa di Batang Gagal Cairkan Dana Desa
Bupati Batang Wihaji tampil dalam Bimbingan Teknis Pencegahan dan Pengelolaan Dana Desa, Rabu (19/12/2018). (Antara-Kutnadi)

Semarangpos.com, BATANG — Hingga pengujung tahun 2018 ini, 60 dari 248 desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah belum dapat mencairkan dana desa. Gagalnya pencairan dana desa itu disebabkanb para kepala desanya belum dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana pada tahun sebelumnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa dirinya mengetahui suasana batin para kades karena ada pemeriksaan oleh kejaksaan dan inspektorat sehingga mereka capai dan lemas. "Namun, selama tidak melanggar peraturan, saya yakin tidak akan terjadi masalah, apalagi sudah ada penandatanganan kesepakatan bersama dengan kejaksaan untuk dilakukan pendampingan pengelolaan dana desa yang sesuai regulasi," katanya di Batang, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018).

Ia mengatakan bahwa pada 2019, dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah naik menjadi Rp23 miliar sehingga masing-masing desa rata-rata menerima kenaikan Rp100 juta. "Adapun bagi dana desa tahap III yang belum cair, saya yakin kalau laporan pertanggung jawaban selesai, pasti cair. Namun jika belum cair juga bisa laporkan  ke saya," katanya.

Pada kegiatan Bimbingan Teknis Pencegahan dan Pengelolaan Dana Desa, Wihaji juga menyampaikan gagasannya untuk menciptakan sistem agar para calon kepela desa tidak menggunakan politik uang  saat mengikuti pemilihan kepala desa. "Saya ingin menciptakan tidak ada politik uang pada pilkades, itu kalau disetuju oleh semua calon. Jika disetujui maka siapa yang menggunakan uang akan diskualifikasikan," katanya.

Ia menambahkan gagasan larangan penggunaan politik uang pada pemilihan kepala desa agar mereka yang terpilih menjadi kepala desa dapat menjalankan tugasnya di pemerintah desa dengan baik dan amanah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom