Tutup Iklan
Balapan di ajang Moto GP. (Reuters)

Solopos.com, SEPANG - Sebanyak enam tim kemalingan saat Moto GP Malaysia 2019, akhir pekan lalu. Sejumlah onderdil dan perlengkapan tim dipastikan hilang.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa (5/11/2019), Keenam tim tersebut merupakan peserta kelas Moto2 dan Moto3 yakni Gaviota Angel Nieto (Moto3 dan Moto2), BOE Skull Rider Mugen Race (Moto3), CIP Green Power (Moto3), Reale Avintia Arizona 77 (Moto3), dan Red Bull KTM Ajo (Moto3).

Ternyata, tim-tim ini tidak kebagian paddock. Mereka pun harus memakai tenda di luar paddock resmi untuk menyimpan perlengkapan. Namun, mereka justru malah kemalingan.

Aksi pencurian itu dilakukan pada Jumat (1/11/2019), atau dua hari sebelum balapan. Pencurian dilakukan antara pukul 1 hingga 5 saat terjadi hujan deras. Kasus ini kini ditangani pihak kepolisian. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam termasuk memeriksa CCTV.

Tiga petugas keamanan yang bertugas saat itu sedang diperiksa intensif oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Mereka ditahan hingga hari Rabu untuk membantu penyelidikan. Ketiganya merupakan warga negara Malaysia berusia 20 sampai 30 tahun.

Tim Angel Nieto menjadi korban paling parah. Spare part dan ban motor untuk keperluan balap hilang dicuri. Kejadian memalukan ini membuat bos Sirkuit Sepang, Datuk Razlan Razali, marah besar. Dia mengutuk aksi pencurian di Sirkuit Sepang saat Moto GP 2019.

"Saya kecewa dengan insiden ini karena kami telah mempersiapkan dengan hati-hati dalam kerja sama dengan Dorna [penyelenggara Moto GP] untuk melindungi tidak hanya para pembalap tetapi juga properti mereka," ujarnya seperti dikutip dari Malay Mail.

"Saya marah karena meskipun kami sepenuhnya siap, ada beberapa yang melakukan ini untuk menodai nama negara dan wilayah sebagai promotor olahraga kelas dunia," lanjutnya.

Sumber: Liputan6


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten