Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Ponorogo, Lis Suwarni, saat menyampaikan materi di acara diskusi tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang diselenggarakan oleh Yayasan Inisiatif Perubahan Akses Menuju Sehat (IPAS) Indonesia, di Ponorogo, Minggu (25/8/2019)./ (AbdulJalil-Madiunpos.com)

Solopos.com, PONOROGO -- Ponorogo menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan angka kematian ibu melahirkan tinggi. Sejak enam tahun lalu hingga Agustus 2019 ini, ada 71 ibu melahirkan yang meninggal dunia. 

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, pada 2014 angka kematian ibu (AKI) sebanyak 15 orang, 2015 sebanyak 10 orang, 2016 sebanyak 12 orang, 2017 sebanyak 18 orang, 2018 sebanyak 9 orang, dan 2019 hingga Agustus ada tujuh orang yang meninggal. 

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Ponorogo, Lis Suwarni, mengatakan ibu melahirkan yang meninggal tahun ini tersebar di Kecamatan Sawoo, Kecamatan Badegan, Kecamatan Ponorogo, dan Kecamatan Balong. Kasus kematian itu disebabkan karena dua hal, langsung dan tak langsung.

"Penyebab langsung itu terkait dengan kehamilannya, seperti pendarahan atau ibunya kejang. Penyebab tidak langsungnya seperti memiliki penyakit," kata dia saat diskusi tentang Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang diselenggarakan oleh Yayasan Inisiatif Perubahan Akses Menuju Sehat (IPAS) Indonesia, di Ponorogo, Minggu (25/8/2019). 

Dia menuturkan dari tujuh ibu melahirkan yang meninggal, paling banyak karena penyebab tidak langsung. Lis mencontohkan ada salah satu ibu hamil yang meninggal dunia karena penyakit jantung. Penyakit itu sudah terdeteksi sejak korban menikah. Ibu itu juga disarankan untuk tidak hamil karena melihat kondisi kesehatannya.

"Disarankan tidak hamil. Tapi, namanya menikah kan pasti ingin punya anak. Dan ternyata setelah hamil, kondisinya semakin parah," ujarnya. 

Karena kondisinya semakin parah, kehamilannya kemudian dihentikan sebelum usia sembilan bulan. Bayinya selamat dalam proses persalinan. Tetapi, ibunya meninggal dunia pada hari kesepuluh setelah persalinan. 

Untuk angka bayi yang meninggal dunia, kata Lis, sampai Juli 2019 sudah ada 74 bayi meninggal. Pada 2018 ada 134 bayi meninggal, dan 2017 ada 151 bayi meninggal. 

Kematian bayi tersebut memang tergantung terhadap kesehatan ibunya. Saat kondisi ibunya sehat, bayi yang dilahirkan pun akan lahir sehat. Tetapi, biasanya kalau ibu yang melahirkan kondisinya kurang sehat, juga akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi. 

"Untuk itu kesehatan ibu melahirkan juga sangat penting untuk diperhatikan," kata dia. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten