6 Pengamen & Anjal di Sragen Terjaring Razia, Ada yang Bawa Sajam
Seorang petugas Satpol PP Sragen menemukan sajam saat mengamankan enam orang pengamen jalanan di simpang Paldaplang, Ngrampal, Sragen, Minggu (29/11/2020). (Istimewa/Satpol PP Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sragen mengamankan enam orang anak jalanan (anjal) dan pengamen di persimpangan Desa Paldaplang, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (29/11/2020) petang.

Keenam pengamen tersebut terdiri atas lima orang berumur 14-18 tahun atau tergolong masih anak-anak dan satu orang berumur 24 tahun. Satpol PP mendapati senjata tajam berupa golok dari tas yang mereka bawa.

Keenam orang itu terdiri atas ETPN, 16, warga Gawan, Tanon; FAPS, 15, warga Widodaren, Ngawi; TY, 24, warga Banjarsari, Jebres, Solo; MN, 16, warga Gendingan, Ngawi; AM, 18, warga Tunjang, Kediri; dan AK, 14, Mantingan, Ngawi. Keenam orang itu kemudian diserahkan ke Rumah Singgah Dinas Sosial Sragen untuk pembinaan lebih lanjut.

Jantan! Heboh Video Viral Cowok Nikah dengan 2 Cewek Sekaligus

Kasi Kerjasama, Bina Potensi Masyarakat, dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Satpol PP Sragen, Joko Pinarmo, menyampaikan keenam orang pengamen dan anjal itu diamankan di Paldaplang, Ngrampal, pada Minggu, sekitar pukul 16.30 WIB. Pengamanan mereka didasarkan pada laporan warga.

“Mereka dimasukkan ke dalam mobil operasional Satpol PP dan dibawa ke Masatpol PP Sragen. Kami menemukan sebuah tas dari mereka berisi senjata tajam, seperti golok, pisau kecil, rantai gir, dan dua buah gitar kecil. Kami memanggil satu per satu dari mereka untuk meminta keterangan tentang kepemilikan senjata tajam itu,” ujar Joko saat ditemui Solopos.com, Senin (30/11/2020).

Terungkap! Pria Duduk di Jalanan Madiun yang Ditabrak Truk Pertamina Ternyata Warga Sragen Berusia 16 Tahun

Dia menjelaskan dari hasil keterangan mereka senjata tajam dalam tas tak diakui mereka. Joko menerangkan tas itu sebelumnya ditemukan mereka di sekitar Paldaplang itu dari pengamen lain yang sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu.

“Kami hanya membina mereka dan diberi pengarahan hingga pukul 20.00 WIB. Kemudian diserahkan ke Dinsos Sragen,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom