Tutup Iklan
6 Pasien Baru Covid-19 Wonogiri Diisolasi di Pondok Pesantren
Ilustrasi Virus Corona (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, WONOGIRI — Terdapat enam tambahan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, Jumat (10/7/2020). Keenam pasien Covid-19 tersebut diisolasi di pondok pesantren di Wonogiri.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri, Joko Sutopo, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat. Dia menuturkan enam pasien baru itu memiliki kontak erat dengan ustaz yang sebelumnya sudah dinyatakan positif covid-19.

Update Covid-19 Indonesia 10 Juli: Pasien Positif Tambah 1.611, Total Kasus Tembus 72.347

Ustaz yang positif Covid-19 tersebut berinisial Z dan merupakan pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Jatisrono. Ia dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (5/7/2020). Jekek mengatakan enam pasien tersebut diketahui terjangkit Covid-19 setelah gugus tugas melakukan tracing.

“Semua yang berkontak erat dan sedang dengan Z dilakukan rapid test. Kemudian yang reaktif langsung diswab. Hasilnya enam orang terjangkit,” kata pria yang juga Bupati Wonogiri itu.

Telkom Group-Netflix Baikan, Ini Harga Paket Langganan untuk Telkomsel dan Indihome

Kini, keenam pasien Covid-19 Wonogiri tersebut diisolasi di dalam pondok pesantren. Hal itu sudah ada kesepakatan antara gugus tugas dengan pasien yang terpapar.

Enam pasien hingga saat ini belum merasakan gejala. Selain itu umur dari enam pasien masih produktif.

Total Kasus

Dengan bertambahnya enam kasus tersebut, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri menjadi 26 orang. Perinciannya adalah sembilan orang masih dirawat, 14 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Bocah 5 Tahun Asal Sragen Terluka Karena Tersayat Benang Layangan Saat Bersepeda

Jekek menegaskan kasus semacam ini baru kali pertama terjadi di Wonogiri. Maka hal ini menjadi perhatian khusus. Penanganan dan pengawasan lebih diperketat. Sebagai bentuk antisipsi, lanjut dia, orang yang pernah berkontak dengan pasien Z langsung dites swab, tidak hanya rapid test.

“Kami berharap masyarakat lebih meningkatkan protokol kesehatan di setiap menjalankan aktivitas,” tegas Jekek.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho