6 Kuliner Tradisional Khas Ngawi Lezat & Murah Meriah
Pecel lethok dengan pincuk daun jati. (Instagram.com/@sam_kuliner)

Solopos.com, NGAWI – Ngawi merupakan sebuah kabupaten kecil di ujung barat Provinsi Jawa Timur. Selain memiliki destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, Ngawi juga memiliki beragam destinasi wisata kuliner yang murah, enak, dan mudah didapat.

Kuliner di Ngawi memiliki racikan bumbu-bumbu yang digunakan secara turun temurun. Selain racikan yang beda, pilihan bahan untuk bumbunya pun memiliki kualitas yang tinggi.

Apabila Anda sedang berada di Ngawi, tidak ada salahnya untuk mencicipi kuliner khas yang murah dan enak seperti yang telah dirangkum Madiunpos.com dari beberapa sumber ini:

Tepo Tahu

Tepo tahu merupakan kuliner khas Ngawi. Tepo tahu artinya tahu lontong tapi dengan penyajian mirip dengan tahu campur dan bedanya tepo tahu ini sedikit berkuah.

Tepo tahu biasanya terdiri dari lontong, tahu goreng yang sudah diiris, kubis, taburan seledri dan taburan kacang. Semua komponen tersebut kemudian di siram dengan kuah kecap yang pedas manis. Seporsi tepo tahu bisa Anda dapatkan mulai dari harga Rp3.000 hingga Rp5.000 saja.

Gethuk lindri

Getuk lindri juga tak kalah terkenal jika membicarakan menu sarapan favorit di Ngawi. Getuk lindri merupakan makanan ringan yang terbuat dari olahan singkong dan diberi pewarna makanan. Biasanya camilan ini dihidangkan bersama parutan kelapa muda dan gula merah.

Pecel Lethok

Nasi pecel memang sebuah kuliner yang ada di mana-mana. Namun, pecel lethok Ngawi ini tidak kalah spesial. Bahkan Presiden Jokowi pernah sarapan lethok pecel bersama Bupati Ngawi tahun 2014 silam.

Salah satu yang membuatnya begitu spesial adalah sensasinya yang disajikan dengan pincuk daun jati. Pecel lethok mudah dijumpai di pasar tradisional dan di sudut-sudut Kabupaten Ngawi.

Bubur Sambel Tumpang

Satu lagi sarapan favorit masyarakat Ngawi yang tak kalah enak yakni bubur sambal tumpang. Bubur biasanya disajikan dengan suwiran ayam atau jeroan. Namun di Ngawi, bubur disajikan dengan lezatnya sambal tumpang. Bubur ini juga biasa disajikan dengan dipincuk daun jati sehingga menambah rasa khas tersendiri.

Wedang Cemue

Wedang cemue adalah minuman khas Kabupaten Ngawi yang masih eksis hingga sekarang. Rasa dan komposisi nya terbilang sangat unik. Satu porsi kuliner khas Ngawi ini disajikan dengan kuah santan berpadu jahe, roti tawar, kacang dan tak lupa taburan bawang. Membawa sensasi hangat di tubuh, tidak heran wedang cemue ini dipilih sebagai menu sarapan.

Intip Ketan

Intip ketan banyak dijumpai di Alun-Alun Ngawi dan juga pasar tradisional. Intip seringkali menjadi bagian masakan yang dibuang.

Berbeda dengan intip ketan yang gurih dipadukan dengan gula halus, kelapa parut dan serbuk kacang, membuatnya menjadi satu hidangan yang nagih. Cocok dinikmati dengan secangkir kopi dan teh. (Monica Cahyaningrum/JIBI/Madiunpos.com)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom