6 KDRT Terjadi di Karanganyar, Ada Korban Alami Paksaan Hubungan Seks

Selain kekerasan seksual, dalam periode yang sama di Karanganyar juga terdapat 22 kekerasan terhadap anak yang dilaporkan.

 Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (Whisnupaksa Kridangkara/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (Whisnupaksa Kridangkara/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Sejak awal tahun 2021 hingga bulan September ini terdapat 6 kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Karanganyar. Tiga kejadian di antaranya adalah kekerasan seksual dan 3 lainnya adalah kekerasan fisik.

Ketua Divisi Pendampingan dan Pelaporan pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karanganyar, Anastasia Sri S, mengatakan kekerasan seksual ini semuanya dialami oleh perempuan.

Seusai rapat koordinasi (rakor) perlindungan perempuan dan anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Karanganyar, di kantor setempat, Senin (27/9/2021), Anastasia menjelaskan berdasarkan keterangan para korban, umumnya mereka mengalami paksaan saat hendak berhubungan suami-istri.

“Untuk kekerasan seksual yang ini umumnya ada perilaku menyimpang dari laki-laki. Misalnya harus bergaya atau berpose tertentu atau berhubungan dengan intensitas yang lebih. Hubungan seks yang dipaksakan sama dengan kekerasan seksual,” ujarnya.

Baca juga: Banyak Hajatan di Karanganyar Melanggar Prokes

Selain kekerasan seksual, dalam periode yang sama di Karanganyar juga terdapat 22 kekerasan terhadap anak yang dilaporkan. Kekerasan ini antara lain dilatarbelakangi penggunaan gadget/internet yang tidak terkontrol pada saat situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Kurang Mengawasi Anak

Menurutnya, pada saat anak menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) menggunakan gadget, orang tua kurang pengawasan terhadap anak. Orang tua cenderung abai terhadap apa yang diakses anak-anak di luar waktu pembelajaran.

“Faktor penyebabnya [kekerasan terhadap anak] kurang komunikasi dengan orang tua dengan anak. Artinya perhatian orang tua yang kurang. Saat PJJ anak mengakes ponsel seharusnya anak dikontrol, di kamar ngapain aja, keluar ke rumah sama siapa, dan lain-lain,” imbuhnya dalam acara yang diikuti berbagai instansi terkait perlindungan perempuan dan anak di Karanganyar itu.

Baca juga: Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Dia menegaskan orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menghindarkan/mengurangi potensi kekerasan.

“Orang tua harus menjadi sahabat anak di dunia nyata maupun dunia maya, misalnya berteman di media sosial sebegai bentuk pengawasan. Jangan menghakimi anak, jangan menghardik anak, jangan bertengkar di depan anak, dan sebagainya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala P3AKB Karanganyar, Agam Bintoro, mengatakan rakor itu digelar sebagai penyegaran kepada instansi terkait perlindungan perempuan dan anak.

“Karena banyak yang sudah pensiun, sudah banyak yang meninggal, sehingga perlu kita segarkan lagi. Sehingga mereka stakeholders yang terkait ini memahami tugas masing-masing secara koordinatif,” ujarnya.

Baca juga: Ciamik! Colomadu Dirancang Jadi Solo Baru-nya Karanganyar


Berita Terkait

Berita Terkini

Sebut Seniman Daerah Pakai Ngisor Pring, Dalang Ini Minta Solusi

Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo, tetapi itu tidak berlaku bagi seniman ngisor pring di daerah yang masih level 3.

Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Eks Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki pengalaman yang tak enak soal rentenir. Dia mengaku ibunya melarat karena terjerat utang kepada rentenir.

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Sejumlah seniman di Kota Solo pernah memenangi AMI Awards selama kurun waktu 18 tahun terakhir, dua seniman di antara sudah meninggal.

2 Penyanyi, 3 Musikus dari Solo Masuk Nominasi AMI Awards 2021

Dua penyanyi dan tiga musikus Solo, yaitu Sruti Respati, Nuca, dan Aditya Ong Trio masuk nominasi AMI Awards 2021 yang diumumkan Senin (18/10/2021).

Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

Kebakaran terjadi salah satu ruang di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan di pinggir Jl. Ki Mangun Sarkoro Nomor 55 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo.

Di Jogonalan Klaten Ada 5 Kerbau Bule, Jadi Tontonan Gratis Warga

Wiyono, 70, warga Dukuh Dompyongan, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, memiliki lima kerbau bule di kandang kerbaunya, sejak lebih dari tiga dekade terakhir.

Terungkap, Tuduhan Selingkuh Jadi Pemicu Perkelahian Maut Sahabat Karib

Dalam pengaruh miras, Trimo diduga menuding pelaku, yakni Soleman, yang juga mabuk, telah berselingkuh dengan istrinya. Keributan terjadi yang berujung pada pembacokan.

Ini Dia Juara Mas Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021

Zaki Adi Saputra dan Fransiska Ervin P.N terpilih sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2021 yang diselenggarakan Pemkab Sukoharjo.

Korban Tak Lapor, Polres Klaten Tetap Selidiki Pembegalan di Ngawen

Meski sudah diminta, bakul karak yang jadi korban pembegalan di Ngawen, Klaten, enggan melapor ke polisi. Biar begitu, polisi tetap menyelidiki kasus tersebut.

Cerita Pak RW Antar Pembunuh Sahabat di Klaten, Naik Motor ke Polsek

Warga Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Soleman, 65, menyerahkan diri ke Polsek Jogonalan setelah membunuh sahabat karibnya, Trimo Lewong, 65, diantar Ketua RW.

Korsleting, Rumah Warga Senden Klaten Kebakaran

Musibah kebakaran melanda rumah warga di Kundenrejo RT 012/RW 005, Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Klaten, Sabtu (23/10/2021) pagi.

BMKG Perkirakan Cuaca Buruk Landa Soloraya, Waspada Banjir & Longsor

BMKG memprediksi cuaca buruk landa Soloraya, warga diminta hindari kawasan rawan banjir dan longsor.

1 Meninggal Akibat Perkelahian 2 Sahabat, Pelaku Dikenal Jagoan Kampung

Soleman, 65, warga Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, yang tega membunuh sahabat karibnya, Trimo Lewong, 65, dikenal sebagai jagoan kampung.

Sempat Dicap Partai Sandal Jepit & Preman, Rudy: PDIP Sekarang Berubah

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengakui patainya sempat membuat warga takut dan dicap preman.