6 Desa di Sragen Belum Bisa Tetapkan Cakades untuk Pilkades 2019

Enam desa di Kabupaten Sragen belum bisa menetapkan calon kepala desa (cakades) yang berhak berlaga pada Pilkades serentak tahun ini karena jumlah bakal calon kadesnya melebihi ketentuan maksimal lima orang per desa.

6 Desa di Sragen Belum Bisa Tetapkan Cakades untuk Pilkades 2019

SOLOPOS.COM - ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN — Enam desa di Kabupaten Sragen belum bisa menetapkan calon kepala desa (cakades) yang berhak berlaga pada Pilkades serentak 26 September 2019 karena jumlah bakal calon kadesnya melebihi ketentuan maksimal lima orang per desa.

Sementara itu, Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 161 desa lainnya di wilayah Bumi Sukowati telah menetapkan cakades sekaligus mengundi nomor urut cakades di masing-masing desa, Kamis (29/8/2019).

Kasubag Pemerintahan Desa Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Tetuko Andri Setyawan, menyampaikan 161 desa menetapkan cakades dan sekaligus mengundi nomor urut. Jumlah cakades per desa, kata dia, bervariasi antara 2 hingga 5 orang per desa. Untuk tahapannya, ujar dia, berlangsung sampai Kamis sore.

“Hanya enam desa yang belum bisa melalui tahapan penetapan cakades dan pengundian nomor urut cakades. Keenam desa itu harus melaksanakan seleksi tambahan karena jumlah cakadesnya lebih dari lima orang. Keenam desa itu adalah Desa Toyogo Sambungmacan, Desa/Kecamatan Sambungmacan, Desa Karanganyar Sambungmacan, Desa Taraman Sidoharjo, Desa Kedawung Mondokan, dan Desa Glonggong Gondang,” ujar Tetuko.

Setiap camat berkeliling ke sejumlah desa untuk menyaksikan penetapan cakades di setiap desa.

Camat Sidoharjo Susilohono saat ditemui, Kamis, mengatakan ada sembilan desa di Sidoharjo menggelar pilkades tetapi hanya delapan desa bisa menetapkan cakades karena satu desa, yakni Taraman, harus melewati seleksi tambahan berupa tes kompetensi.

“Untuk Satgas Antipolitik uang juga sudah siap di tingkat kecamatan. Anggotanya muspika. Kalau di tingkat desa, segera dibentuk dan kami sudah mengirimkan nama-nama ke Pemkab Sragen untuk penetapan Satgas. Mulai hari ini, Satgas bergerak dan harus proaktif,” ujarnya.

Camat Kedawung Nugroho Dwi Wibowo juga keliling desa untuk menyaksikan penetapan cakades. Dia menjelaskan penetapan cakades dilakukan panitia desa dengan penyampaian hasil penelitian berkas terlebih dulu.

“Untuk pengundian nomor urut cukup singkat. Cakades mengambil nomor dua kali. Pengambilan pertama untuk menentukan urutan pengambilan nomor urut dan pengambilan kedua untuk menentukan nomor urut. Khusus untuk Celep diadakan sore hari karena cukup rawan karena mendatangkan massa,” ujarnya.

Bowo, sapaan akrabnya, menyampaikan hampir semua cakades membawa massa saat ke balai desa. Namun massa yang dibolehkan masuk ke balai desa, kata dia, hanya sesuai dengan jumlah undangan, yakni 10 orang tim sukses dan cakades sendiri.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).