6 Anak di Desa Kajang Madiun Sakit Demam Berdarah
Ilustasi nyamuk penyebar penyakit demam berdarah (depkes.go.id)

Sebanyak enam anak di satu desa di Kabupaten Madiun terjangkit DBD.

Solopos.com, MADIUN -- Enam anak di Desa Kajang, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, terkena demam berdarah dengue (DBD). Saat ini, keenam anak itu sudah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo, mengatakan ada enam anak di Desa Kajang yang menjalani perawatan karena terkena DBD.

Keenam pasien DBD itu bernama Nola dan Kalim yang saat ini dirawat di RSI Madiun; Yoga, Nadia, dan Khasanah dirawat di RSU Kabupaten Madiun; dan Nurcholis dirawat di RSUD Sogaten.

"Enam anak ini tinggal di satu lingkungan di Desa Kajang. Mereka sudah dirawat di rumah sakit," jelas dia kepada wartawan, Senin (26/3/2018).

Dia menyampaikan kasus DBD di Kabupaten Madiun sejak Januari 2018 hingga kini ada 45 kasus. Tidak ada pasien meninggal dunia dalam kasus DBD ini.

Lebih lanjut, Agung menuturkan Dinkes Madiun telah melakukan berbagai langkah antisipatif terhadap serangan DBD. Di antaranya melakukan pelacakan epidemologi, abatisasi, pengasapan, hingga penyuluhan kepada warga.

"Kami akan sosialisasi, dilakukan pelacakan epidemologi, jadi kalau ada kasus dilacak melingkar dengan radius sekitar 100 meter, kemudian dilakukan abatisasi, penyuluhan. Kalau dimungkinkan dilakukan pengasapan, dilakukan pengasapan," kata dia.

Agung menuturkan faktor cuaca menjadi penyebab banyaknya kasus DBD. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat supaya melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal dan menguras bak mandi secara rutin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho