579 Buruh Tani Tembakau dan Pabrik Rokok Madiun Dapat BLT Rp1,2 Juta

Sebanyak 579 orang buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Madiun mendapatkan BLT dari DBHCHT masing-masing Rp1,2 juta.

 Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro memberikan BLT secara simbolis kepada penerima bantuan itu di Pendapa Ronggo Djoemeno, Senin (8/11/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

SOLOPOS.COM - Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro memberikan BLT secara simbolis kepada penerima bantuan itu di Pendapa Ronggo Djoemeno, Senin (8/11/2021). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN — Sebanyak 579 orang buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Madiun mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Masing-masing orang mendapatkan Rp1,2 juta.

Dari 579 orang itu, sebanyak 435 orang bekerja sebagai buruh pabrik rokok dan 144 orang bekerja sebagai buruh tani tembakau. Penyerahan BLT dilakukan secara simbolis di Pendapa Ronggo Djoemeno, Mejayan, Kabupaten Madiun, Senin (8/11/2021) siang.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok yang mendapatkan bantuan tersebut terlihat senang saat menerima bantuan. Salah satunya, Dwi Sri Rumanti, 36, buruh pabrik rokok PT Digdaya Mulia abadi (PT DMA). Warga Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan itu mengatakan bantuan tunai itu akan digunakan menambah modal toko.

Baca Juga : Bantu Warga, Pemuda Madiun Gelar Lapak Pakaian Bekas

Dwi mengaku kali pertama mendapatkan bantuan DBHCHT. “Tentu sangat membantu perekonomian saya ya. Karena di masa pandemi seperti sekarang. Tentu bantuan uang tunai bisa digunakan untuk menambah modal usaha kecil saya,” kata dia.

Kepala Sub Bagian Pertanian Perkebunan Peternakan Kelautan dan Perikanan Pemprov Jawa Timur, Shoviatusholihah, mengatakan program BLT DBHCHT untuk buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok ini merupakan salah satu program pembinaan lingkungan sosial dalam rangka pemulihan perekonomian daerah. Tujuan kegiatan ini mendukung bidang kesejahteraan masyarakat melalui bagi hasil cukai tembakau.

Utamanya, kata dia, untuk memberikan rasa keadilan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Khususnya, masyarakat pekerja tani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Kabupaten Madiun. Dia menyebut pandemi Covid-19 ini terjadi penurunan produksi rokok. Dia khawatir penurunan produksi rokok ini akan berdampak pada buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok.

Baca Juga : Mahfud: Nekat Sewakan dan Jaminkan Aset ke Pihak Lain, Pidanakan!

“Sehingga diharapkan refokusing DBHCHT ini dapat membantu ekonomi, khususnya buruh tani dan buruh pabrik rokok. Jadi ini ada ketentuannya. Sasarannya buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok. Kalau buruh tani tembakau berarti bukan petani. Buruh tani itu orang yang tidak mempunyai lahan dan tidak menyewa lahan,” jelasnya.

Sentra Tembakau

Terkait bantuan, kata dia, dibatasi hanya buruh tani dan buruh pabrik yang mengantongi KTP Kabupaten Madiun. Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun yang memverifikasi data buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten Madiun.

“Pemkab Madiun ini perlu diapresiasi. Kami baru me-launching program ini untuk dua daerah. Pertama di Sidoarjo, kedua di Kabupaten Madiun. Artinya Madiun ini luar biasa,” ujar dia.

Shovi berharap bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya sesuai tujuan. Bantuan ini untuk memastikan masyarakat yang bekerja di sektor usaha atau perkebunan tembakau tidak hidup sulit. Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, berharap bantuan ini benar-benar bisa meringankan beban hidup buruh tani tembakau dan buruh pabrik terdampak pandemi.

Baca Juga : Selamat! Jenderal Andika Perkasa Menjadi Panglima TNI

“Kepada penerima, tolong digunakan untuk kebutuhan yang penting. Tadi saya dengar ada yang mau digunakan untuk beli HP. Kalau bisa jangan. Kalau bisa gunakan untuk yang lebih penting,” kata bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu.

Bupati menuturkan pernah membaca sejarah Belanda masuk ke Madiun pada 1830-an. Saat itu langkah ekonomi yang dilakukan adalah membuat sentra tanaman tembakau di Pilangkenceng dan sentra kopi di Kare. Merujuk itu, di Pilangkenceng ada satu desa yang lahan tanam tembakau mencapai 8 hektare.

“Saya berharap ketika ada intervensi DBHCHT ini sesuai peruntukkannya akan semakin maksimal. Baik dari sisi petani, buruh tani, maupun karyawan pabrik. Sehingga ada multiplier effect yang besar di Kabupaten Madiun,” jelas dia. (ADV)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Terpikat Pilot Gadungan, Wanita Kehilangan Mobil saat Diajak Ngamar

      Seorang pria yang mengaku sebagai pilot pesawat Garuda Indonesia menipu seorang janda dan membawa kabur mobilnya.

      Suhu Capai 33 Derajat Celcius, Simak Prakiraan Cuaca di Madiun Hari Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Selasa 9 Agustus 2022.

      Mantap! Petani Ponorogo Ekspor Kunyit Senilai Rp3 Miliar ke India

      Kelompok petani di Kabupaten Ponorogo kembali mengirim kunyit kering ke India.

      Diduga Terpeleset,Pemancing Tenggelam & Meninggal di Waduk Kedungbrubus

      Seorang pemancing meninggal dunia di area Waduk Kedungbrubus, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.

      Polisi Masih Buru Pelaku Lain Kasus Teror Warga Desa di Jember

      Polres Jember masih terus memburu sejumlah pelaku lain dalam kasus pembakaran rumah dan premanisme yang terjadi di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember.

      Penonton Festival Reog Ponorogo Membeludak, PAD Tembus Rp529 Juta

      Pendapatan asli daerah dari penjualan tiket Festival Nasional Reog Ponorogo mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

      Tabrakan Adu Banteng Truk Bawa Tebu & Avanza di Madiun, 2 Orang Terluka

      Kecelakaan adu banteng antara truk pengangkut tebu dengan mobil Avanza terjadi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Senin siang.

      Panas Lur! Simak Prakiraan Cuaca Madiun pada Senin Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Senin 8 Agustus 2022.

      Wow, Lukisan Reog Obyok Karya Pelukis Ponorogo Laku Terjual Rp30 Juta

      Lukisan reog obyok karya pelukis Ponorogo laku terjual Rp30 juta saat pameran lukisan dalam memeriahkan Grebeg Suro Ponorogo 2022.

      Rumah Atlet Bulu Tangkis Jatim Dibobol Maling, Sepeda Motor Digondol

      Rumah milik atlet bulu tangkis Jawa Timur, Nur Yahya Ady Velani, yang ada di Jalan Bulak Rukem Timur gang 2A Surabaya

      Pasca-kerusuhan di Mulyorejo Jember, Korban Ikuti Trauma Healing

      Warga di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kabupaten Jember, menjalani trauma healing setelah aksi kerusuhan terjadi di desanya.

      Dihantam Berbagai Masalah, Kapolri Didoakan Para Kiai di Kediri

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didoakan para kiai saat berkunjung ke Kediri.

      Terungkap! Ini Penyebab Teror & Pembakaran Rumah Warga Desa di Jember

      Polres Jember ungkap penyebab aksi teror dan pembakaran yang menimpa warga desa di Jember.

      Bayi Meninggal Gegara Diajak Nonton Persebaya Motoran dari Tegal

      Seorang bayi malang berusia enam bulan meninggal dunia setelah dibawa kedua orang tuanya menonton pertandingan bola dari Tegal, Jawa Tengah, ke Surabaya, Jawa Timur.

      Cocok Buat Jalan-Jalan, Simak Prakiraan Cuaca di Madiun Minggu Ini

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Minggu 7 Agustus 2022.