57 Warga Klaten Jalani Rapid Test Mandiri di RSCH, Satu Reaktif
Direktur Utama Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten, Netty Herawati (paling kiri) saat menunjukkan surat pemeriksaan rapid test pasien di rumah sakit setempat, Selasa (2/6/2020). Dari 57 orang Klaten yang di-rapid test di RSCH Klaten, seorang di antaranya dipastikan reaktif. (Espos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 57 warga Kabupaten Klaten menjalani rapid test Covid-19 secara mandiri di Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) selama periode Sabtu-Selasa (30/5-2/6). Hasilnya, satu peserta tes dinyatakan reaktif.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, RSCH Klaten mulai membuka pelayanan rapid test secara mandiri sejak empat hari terakhir. Pelayanan itu menyusul tingginya permintaan masyarakat yang menginginkan RSCH menggelar rapid test secara mandiri.

"Terus terang, hasil warga yang mengikuti rapid test secara mandiri di rumah sakit (RS) kami di luar dugaan. Hingga hari ini, jumlahnya sudah mencapai 57 orang [semuanya dari Klaten]. Terkait hasil rapid test itu, ada satu orang yang reaktif. Yang bersangkutan seorang perempuan," kata Direktur Utama RSCH Klaten, Netty Herawati, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa. Menanggapi hasil itu, Netty lantas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

Gaji Pekerja China Lebih Tinggi, Kedubes Berdalih Indonesia Belum Mampu

Netty Herawati mengatakan manajemen RSCH Klaten menggelar rapid test secara mandiri juga ditujukan membantu Pemkab Klaten guna menelusuri warganya yang memiliki gejala Covid-19. Meski dapat langsung diketahui, hasil rapid test tidak dapat dijadikan pertimbangan utama guna menentukan seseorang tergolong pasien positif Covid-19.

Hasil Tes Dikirim via Whatsapp

"Hasil rapid test reaktif belum tentu hasil swab-nya juga positif. Sepanjang melakukan rapid test, kami tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Di antaranya, hasil rapid test kami kirim via WhatsApp (WA) ke yang bersangkutan. Hal ini dilakukan guna mengurangi kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Sekadar diketahui, biaya rapid test di RS kami senilai Rp350.000," kata dia.

Cerita Calhaj Asal Medan, 8 Tahun Menunggu Kini Tertunda Karena Corona

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan petugas Dinkes Klaten telah rutin menggelar rapid test massal di berbagai daerah di Klaten. Rapid test massal yang digelar Dinkes Klaten diikuti warga yang pernah kontak fisik dengan pasien positif Covid-19.

"Kami juga sudah melakukan rapid test di sejumlah pasar, seperti di Pasar Wedi, Pasar Pedan, dan Pasar Jatinom beberapa waktu lalu. Hasil dari rapid test di berbagai pasar itu, yakni negatif semuanya. Dari kami [Dinkes Klaten] hanya melakukan rapid test massal terhadap mereka yang pernah kontak fisik dengan pasien positif Covid-19," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho