Kategori: Sragen

55 OTG di Sragen Tunggu Hasil Swab Terkait Covid-19


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN – Jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sragen berpotensi meningkat. Sampai Senin (4/5/2020) Dinkes Sragen mencatat ada 55 orang yang menunggu hasil uji swab terkai Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, melaporkan per hari ini ada 29 spesimen swab yang dikirim ke RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Dalam laporannya kepada Bupati Sragen itu Hargiyanto menyebut 18 orang dari klaster Gowa dan delapan orang dari klaster Temboro masih menunggu hasil uji swab terkait Covid-19.

Empat spesimen swab dari delapan dari klaster Temboro itu baru diambil Senin. Dengan demikian, total OTG yang menunggu hasil uji swab di Sragen sampai saat ada 55 orang.

Bupati Yuni mengatakan 29 orang yang spesimen swab mereka dikirim ke RS UNS Solo per Senin itu merupakan hasil pengembangan tracing dari delapan orang positif terpapar Covid-19 yang terakhir. Mereka terdiri dari warga dan tenaga kesehatan (nakes) yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Biaya Listrik Industri Kecil Gratis 6 Bulan, Begini Cara Klaimnya

“Turunnya hasil uji swab itu mendadak dan seringnya malam hari. Seperti Jumat (1/5/2020) lalu ada delapan hasil uji swab yang turun. Hasilnya tujuh orang positif Covid-19 dan satu orang negatif. Kemudian Minggu (3/5/2020) juga turun delapan uji swab yang hasilnya hanya satu orang positif Covid-19 sedangkan tujuh lainnya negatif. Jadi dengan 55 orang yang menunggu hasil uji swab itu ada potensi positif Covid-19 bertambah,” ujar Yuni saat ditemui wartawan, Senin sore.

Tempat Karantina Bagi Wanita

Yuni bersama tim Gugus Tugas Kabupaten Sragen berpikir menyediakan tempat karantina khusus perempuan yang hasil rapid test mereka positif.

Dia mengatakan kalau untuk karantina laki-laki berada di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, maka Pemkab sedang memikirkan tempat karantina bagi perempuan.

Gugus Tugas Covid-19 Indonesia: Laju Penambahan Kasus Turun 11%, Tapi Belum Berakhir

Tempat karantina sengaja dibuat untuk memaksimalkan proses karantina mandiri bagi masyarakat. Sebab, pada praktiknya banyak warga yang tidak tertib menjalani karantina mandiri di rumah.

“Kalau dikarantina mandiri di rumah maka akan membuat masyarakat tidak kondusif. Kami mencari tempat dan ketemu gedung eks Yappenas [milik mantan Bupati Sragen Untung Wiyono]. Saya sudah izin Bapak Untung Wiyono untuk menggunakan gesung eks Yappenas dan beliau mengizinkan. Saya sudah survei ke sana dan ada tiga kamar dengan kamar mandi dalam dengan daya tampung total sampai 40 orang,” jelasnya.

Yuni meminta Kepala DKK Sragen untuk menyosialisasikan rencana itu kepada masyarakat di sekitar Gedung eks Yappenas di Kroyo, Karangmalang, Sragen. Hal itu merupakan tindak antisipasi supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat.

DIJUAL CEPAT: Kipas Angin Dinding Tornado

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita