544 Kasus Suspect DBD Ditemukan di Sragen, 200 di Antaranya Positif
Petugas Puskesmas Mondokan, Sragen, melakukan fogging atau pengasapan dengan insektisida di lingkungan rumah warga di Dukuh Guli RT 001, Desa Gemantar, Mondokan, Sragen, Sabtu (26/1/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Jumlah kasus suspect demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Bumi Sukowati mencapai 544 kasus per Jumat (25/1/2019). Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen memverifikasi ratusan kasus suspect DBD tersebut dan ditemukan 200 kasus di antaranya positif DBD. Kendati demikian Bupati baru mengambil kebijakan berdasarkan laporan terakhir per Senin (28/1/2019) besok.

Kabid Pencegahan dan Pengandalian Penyakit (P2P) DKK Sragen, Y. Agus Sudarmanto, saat ditemu Solopos.com di sela-sela kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di Mondokan, Sragen, Sabtu (26/1/2019), menyampaikan jumlah kasus suspect DBD di Sragen berdasarkan data per Jumat kemarin sebanyak 544 kasus. Agus menyampaikan DKK sudah memverifikasi sebanyak 262 kasus dan sebanyak 200 kasus di antaranya dinyatakan positif DBD.

“Proses verifikasi masih terus berjalan. Setiap kasus yang mendapat feedback atau KDRD [kewaspadaan dini rumah sakit] langsung kami verifikasi terus sampai nanti Senin. Kadang informasi dari masyarakat DBD tetapi setelah dicek bukan DBD tetapi hanya demam dengue (DD). Yang masuk kriteria bisa ditetapkan kejadian luar biasa (KLB) hanya yang DBD. Virusnya sama dan pembawa virusnya juga nyamuk yang sama tetapi di DD tidak terjadi pendarahan,” terang Agus.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, menyampaikan data per Rabu (23/1/2019) sudah ada 186 kasus positif DBD dan 36 kasus DD dari hasil verifikasi data DBD yang mencapai 504 kasus. Hargiyanto menyampaikan kasus suspect yang diverifikasi adalah kasus KDRS. Dia menyebut di Gemantar, Mondokan, ada 12 kasus suspect DBD tetapi yang murni positif DBD belum diketahui.

“Kami baru bisa memetakan per kecamatan atau desa setelah proses verifikasi selesai pada Senin besok dan sekaligus untuk laporan kepada Bupati. Untuk pencegahan abate sudah kami sebar ke desa dan kecamatan secara gratis. Seperti di Gemantar ini sudah di-fogging kali kedua,” tuturnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan para pejabat struktural dan aparatur sipil negara (ASN) se-Kabupaten Sragen digerakan untuk PSN serentak di Mondokan yang angka kasus DBD-nya tertinggi se-Kabupaten Sragen. Yuni, sapaan Bupati, mengatakan penderita DBD lama sudah sembuh tetapi masih perlu edukasi ke masyarakat karena banyak masyarakat yang belum paham PSN.

“Dari 36 rumah di Guli RT 001-002 ini ternyata masih ditemukan jentik. Rumah yang ada jentiknya mencapai 40% dari jumlah rumah yang diperiksa. Pemeriksaan juga di lubang-lubang bekas potongan pohon bambu, tempat minum hewan peliharaan, bak penampungan air permanen, dan tempat lainnya sering kali ditemukan banyak jentik,” ujarnya.

Yuni menyatakan belum membuat surat keputusan (SK) penetapan KLB untuk kasus DBD di Sragen meskipun jumlahnya mencapai ratusan kasus. Yuni memilih berhati-hati dengan menunggu hasil verifikasi dari DKK selesai.

“Senin nanti kami lihat hasil laporan DKK. Kalau memenuhi kriteria, ya kami bisa tetapkan KLB. Kami sudah rapat koordinasi pada Selasa dan kami memberi waktu DKK lima hari untuk verifikasi data,” tuturnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho