Kategori: Jatim

519 Perantau asal Jatim Naik Kapal untuk Sampai ke Jawa


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN -- Gelombang eksodus perantauan asal Jawa Timur dari Wamena, Papua, masih terus terjadi. Informasi terakhir, ada sebanyak 519 warga Jatim yang meninggalkan Papua dengan melalui jalur laut atau dengan kapal.

Para perantauan asal Jawa Timur ini meninggalkan Papua setelah terjadi kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendapatkan informasi ada 519 orang yang berangkat dari Jayapura melalui laut pada Jumat (11/10/2019) sekitar pukul 05.00 WIB atau sekitar pukul 03.00 waktu Jayapura. Ratusan orang itu pulang ke PulauĀ  Jawa menggunakan kapal laut.

"Dibutuhkan waktu lima hari untuk sampai di Tanjung Perak. Mereka akan melakukan perjalanan selama lima hari ke depan," kata Khofifah saat berkunjung di RSUD dr. Soedono Madiun, Jumat.

Gubernur menjelaskan setiap hari ada perantau atau pengungsi Wamena yang tiba di Jawa Timur. Mereka datang ke Jawa melalui berbagai jalur, ada yang dari Lanud Iswahjudi, Bandara Juanda, Lanud Abdurrahman Saleh, bahkan ada yang melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

Tiga hari lalu, kata Khofifah, ada beberapa warga Jatim yang merantau di Papua yang tiba melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Selanjutnya, Pemprov langsung menghubungi pihak Kementerian Sosial.

"Setelah itu disiapkan bus untuk membawa mereka sampai ke Jawa Timur," kata gubernur.

Bagi pengungsi Wamena yang tiba di Surabaya akan diterima di Transito Bendul Merisi. Sedangkan pengungsi Wamena yang tiba di Malang akan transit di Bakorwil.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan tiga hari lalu ada beberapa perantau atau pengungsi yang ingin kembali ke Jayapura.

Sedangkan untuk pengungsi yang ingin baru tiba akan dikembalikan ke alamat rumah mereka masing-masing. Pemprov pun menyiapkan uang saku senilai Rp1 juta, sembako, dan pakaian siap pakai.

"Proses berikutnya ada berita acara dari Dinas Sosial Jatim ke kabupaten terkait," jelasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy