Kategori: Klaten

51 SMP di Klaten Gelar Penilaian Akhir Semester dengan Tatap Muka Terbatas


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 51 SMP di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menggelar penilaian akhir semester (PAS) dengan tatap muka terbatas. Rencananya, PAS dengan sistem tatap muka itu berlangsung selama tiga pekan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan PAS yang digelar di 51 sekolah itu dilakukan setelah dinyatakan memenuhi syarat untuk menggelar PAS tatap muka terbatas.

"Sudah ada monitoring semuanya. Kepala sekolah juga sudah mengusulkan, sudah ada izin dari orang tua, serta sudah keluar izin dari bupati," kata Wardani saat ditemui wartawan di rumah dinas Wakil Bupati Klaten, Senin (16/11/2020).

Sebanyak 51 sekolah itu menyebar ke berbagai wilayah di Klaten. Di Klaten, ada 65 SMP negeri yang tersebar di 26 kecamatan.

Warga Pasang Spanduk Tolak Pasar Darurat di Jl W.R. Supratman Sragen

Namun, sekolah di wilayah Kecamatan Jogonalan untuk sementara waktu masih melakukan PAS dengan sistem daring menyusul ada tenaga kesehatan di puskesmas wilayah Jogonalan yang terpapar virus corona beberapa waktu lalu.

Skenario pelaksanaan PAS terbatas dilakukan dengan skenario II atau jumlah siswa masuk per kelas setiap harinya sebanyak 10-12 orang. Dengan skenario itu, kegiatan PAS direncanakan berlangsung selama tiga pekan dimulai Senin (16/11/2020).

Sesuai rencana pelaksanaan PAS dengan tatap muka terbatas di 51 SMP di Klaten itu berlanjut ke kegiatan pembelajaran harian. Hal itu berdasarkan hasil kajian dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka di lima SMP yang sudah bergulir sejak 9 Oktober 2020.

"Iya, dasarnya dari kajian kemarin di lima sekolah. Hasilnya bagus, jumlah siswa yang diizinkan [mengikuti pembelajaran tatap muka] meningkat. Memang ada yang terdampak Covid-19 tetapi tidak menyebar. Artinya, dunia pendidikan sangat aman dari Covid-19," jelas dia.

Tatap Muka Itu Penting

Wardani menjelaskan pembelajaran tatap muka terbatas secara bertahap dilakukan ke sekolah-sekolah. Dia mengatakan tatap muka menjadi salah satu bagian penting dari pelaksanaan pembelajaran.

"Di Eropa semua lockdown, namun pendidikan tetap jalan. Karena apa? kerugian dampak anak tidak sekolah itu secara psikologis lebih berat dari pada menanggulangi dampak Covid-19. Jadi ini penting sekali," urai dia.

Dalam 3 Jam, Lebih dari 140 Tikus di Sragen Mati Ditembak

Lebih lanjut, Wardani mewanti-wanti protokol kesehatan wajib dilaksanakan di SMP di Klaten yang menggelar pembelajaran tatap muka termasuk orang tua siswa. Terlebih, situasi Covid-19 di Klaten belakangan kembali melonjak.

"Imbauan kami kepada orang tua supaya dalam kondisi Covid-19 yang kasusnya naik tetap hati-hati. Kalau memang di daerahnya ada yang terpapar Covid-19, tidak perlu masuk. Nanti soal tetap dikirim lewat daring," tutur dia.

Kepala SMPN 2 Kemalang, Ana Dwiasih Fajari, mengatakan PAS dimulai pada Senin. Kegiatan PAS di SMPN 2 Kemalan digelar dengan tatap muka terbatas. Ana menegaskan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan secara ketat di salah satu sekolah yang ada di lereng Gunung Merapi itu.

"Sebelum masuk, siswa melewati pengecekan suhu tubuh dulu. Kalau suhu tubuhnya di atas 38 derajat celsius, siswa diminta pulang dan mengerjakan dari rumah. Siswa wajib mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk kelas. Siswa juga diminta menjaga jarak minimal 1 meter serta membawa minum dan makan dari rumah. Satu kelas juga dibatasi diizi maksimal 16 siswa dengan jarak tempat duduk diatur 1 meter," jelas dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra